Sumenep, SUARA PEMBARUAN – Kebakaran yang melanda Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, memicu operasi penyelamatan besar-besaran terhadap ratusan penumpang. Hingga Senin (3/8), tim SAR gabungan mengonfirmasi 218 orang berhasil diselamatkan, sementara empat penumpang ditemukan meninggal dunia.
Insiden terjadi pada Minggu (2/8) pagi ketika kapal jenis roll-on/roll-off (Ro-Ro) milik PT Atosim Lampung Pelayaran yang melayani rute Surabaya–Makassar mengalami kebakaran saat berada di tengah pelayaran.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, membenarkan terjadinya kebakaran tersebut. Menurutnya, laporan pertama diterima setelah kapal mengalami keadaan darurat di perairan utara Madura.
Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan asap hitam pekat membubung dari badan kapal. Para penumpang tampak mengenakan jaket pelampung dan berkumpul di dek kapal sebelum sebagian memilih melompat ke laut demi menyelamatkan diri.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan keputusan sejumlah penumpang untuk terjun ke laut diambil setelah kondisi di atas kapal semakin membahayakan. Mereka kemudian dievakuasi oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
"Beberapa penumpang melompat ke laut dan berhasil dievakuasi oleh kapal yang berada di sekitar lokasi," ujar Nanang.
Sebelum komunikasi terputus, nakhoda kapal sempat menghubungi perusahaan pelayaran untuk melaporkan kebakaran yang terjadi sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Setelah laporan darurat tersebut disampaikan, komunikasi dengan kapal tidak lagi dapat dilakukan.
Mendapat informasi tersebut, Kantor SAR Surabaya segera berkoordinasi dengan KSOP Tanjung Perak, Pos SAR Sumenep, serta Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget untuk mengerahkan armada penyelamat menuju lokasi.
Operasi evakuasi melibatkan sejumlah kapal niaga dan kapal tunda yang berada di sekitar titik kejadian, di antaranya KM Meratus Pematang Siantar, TB Hasnur 26, KM Transco Arafura, KM Meratus Project 3, KM Prakarsa Mas, dan KM SC Aila XVII.
Data SAR hingga Minggu sore mencatat sebanyak 222 orang berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 218 orang selamat, sementara empat lainnya ditemukan meninggal dunia.
Basarnas menyatakan empat korban meninggal dievakuasi oleh beberapa kapal yang terlibat dalam operasi penyelamatan. Sementara itu, proses pendataan seluruh penumpang dan awak kapal masih terus dilakukan.
Di sisi lain, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur telah mengirim tim penyidik ke lokasi untuk mengusut penyebab kebakaran. Polisi akan mengumpulkan keterangan saksi serta memeriksa kondisi kapal guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
Hingga kini, proses penyelidikan berjalan bersamaan dengan upaya penanganan pascakebakaran dan pendataan para korban oleh tim gabungan.
Artikel Terkait
Polres Sarmi Terus Lakukan Pencarian Pelajar yang Tenggelam di Pantai Tarontah
Sound Horeg Nyemplung Sungai! Perahu Kelebihan Muatan Tenggelam saat Tradisi Nyadran di Sidoarjo
Outing Class Berujung Duka, Santriwati Ponpes di Banyumas Tewas Tenggelam saat Foto di Curug Kanesia
Santriwati Banyumas Tewas Tenggelam di Curug Kanesia usai Terpeleset saat Foto Bersama
Operasi SAR Mencari Penumpang KM Nurul Salsa yang Tenggelam di Perairan Pulau Polassi