Sound Horeg Nyemplung Sungai! Perahu Kelebihan Muatan Tenggelam saat Tradisi Nyadran di Sidoarjo

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 10 Februari 2026 | 07:07 WIB
Menyoroti insiden viral yang memperlihatkan sound horeg di Sidoarjo tercebur ke sungai. (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti insiden viral yang memperlihatkan sound horeg di Sidoarjo tercebur ke sungai. (Instagram.com/@undercover.id)

 

 

Sidoarjo, SUARA PEMBARUAN - Insiden tak biasa terjadi dalam rangkaian tradisi Nyadran di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jawa Timur. Sebuah perahu yang mengangkut perangkat sound horeg dilaporkan tenggelam di sungai, memicu perhatian luas warganet di media sosial.

Kejadian tersebut diunggah akun Instagram @undercover.id pada Senin, 9 Februari 2026. Dalam keterangan disebutkan, dua perahu digunakan untuk membawa perangkat sound system berukuran besar sekaligus mengangkut lebih dari sepuluh orang.

Namun, salah satu perahu diduga tak mampu menahan beban berat yang diperkirakan mencapai satu ton. Akibatnya, perahu kehilangan keseimbangan dan akhirnya karam.

Peristiwa berlangsung di bantaran Sungai Balongdowo. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, seluruh perlengkapan sound system, lighting, genset, serta para penumpang sempat tercebur ke sungai.

Tim di lokasi segera melakukan evakuasi menggunakan perahu karet. Seluruh penumpang berhasil diselamatkan, sementara peralatan yang terendam ikut diamankan.

Diketahui, Nyadran merupakan tradisi tahunan masyarakat setempat menjelang bulan suci Ramadhan. Dalam perayaan itu, warga biasanya menyusuri sungai menggunakan perahu sambil membawa sound horeg dan berjoget bersama sebagai bentuk hiburan rakyat.

Secara terpisah, Kasat Polairud Polresta Sidoarjo, AKP Imam Yuwono, menjelaskan bahwa insiden terjadi pada Sabtu, 7 Februari 2026 sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, warga tengah memuat perangkat sound berukuran besar—mulai dari speaker hingga genset—ke atas dua perahu.

Karena beban terlalu berat, salah satu perahu tak stabil. Getaran dari peralatan membuat perahu miring sebelum akhirnya tenggelam.

Menurut Imam, kejadian murni disebabkan kelebihan muatan dan bukan faktor lain. Seluruh warga yang berada di atas perahu berhasil menyelamatkan diri, sementara peralatan sempat dievakuasi.

Meski tak menimbulkan korban, peristiwa ini menjadi pengingat penting soal keselamatan dan kapasitas muatan saat menggunakan perahu untuk kegiatan hiburan di perairan terbuka.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X