Menelusuri Goa Kalibbong Alloa di Pangkep, Enam Mahasiswa Dievakuasi Akibat Kelelahan

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Senin, 27 Juli 2026 | 15:56 WIB
 Seorang mahasiswa, Ine Agustina (21/P) ditandu karena kram kaki dan 5 diantaranya kelelahan saat dievakuasi  di kawasan Gunung Goa Kalibbong Alloa. (Ist)
Seorang mahasiswa, Ine Agustina (21/P) ditandu karena kram kaki dan 5 diantaranya kelelahan saat dievakuasi di kawasan Gunung Goa Kalibbong Alloa. (Ist)

PANGKEP - SUARA PEMBARUAN - Enam mahasiswa Universitas Hasanuddin  dievakuasi akibat kelelahan saat mendaki dan menelusuri Goa Kalibbong Alloa di kawasan pegunungan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. 

Peristiwa tersebut terjadi saat para mahasiswa yang sedang menjalankan kegiatan Kuliah Kerja Nyata di Desa Belae, Kecamatan Minasatene melaksanakan program kerja inovasi desa terkait pemajuan pariwisata minat khusus di Kampung Belae. Pada Minggu malam (26/7/2026) sekitar pukul 21.00 WITA, salah satu mahasiswa bernama Ine Agustina (21/P) mengalami kram kaki dan 5 diantaranya mengalami kelelahan saat mendaki di kawasan Gunung Goa Kalibbong Alloa hingga tidak mampu melanjutkan perjalanan dan membutuhkan bantuan evakuasi medis darurat.

Menerima laporan dari warga setempat bernama Haru Belae pada Senin dini hari (27/7/2026) pukul 02.30 WITA, Tim Penyelamat dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar langsung bergerak cepat dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

"Setelah menerima laporan dari warga setempat mengenai adanya pendaki yang mengalami kram kaki di area Goa Kalibbong Alloa, kami segera memberangkatkan Tim Penyelamat lengkap dengan peralatan evakuasi khusus untuk memberikan bantuan penanganan medis dan evakuasi di lokasi kejadian," ungkap Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, S.E.

Tim Penyelamat diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan truk personel yang dilengkapi dengan peralatan komunikasi, peralatan medis, serta perlengkapan evakuasi khusus. Tim tiba di lokasi kejadian pada pukul 04.14 WITA dan segera berkoordinasi dengan unsur gabungan di lapangan untuk melakukan tindakan evakuasi.

Proses evakuasi dilaksanakan secara taktis oleh Tim Pencarian dan Pertolongan Gabungan yang terdiri dari Tim Penyelamat Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kepolisian Sektor Minasatene, Potensi Pencarian dan Pertolongan Pangkep, organisasi Tropica, serta dibantu oleh masyarakat setempat.

"Kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah medan tebing terjal setinggi kurang lebih dua puluh lima meter yang harus dilalui. Tim SAR Gabungan harus menerapkan teknik evakuasi khusus menggunakan sistem tali untuk menurunkan seluruh korban dengan aman," jelas Andi Sultan

Pada pukul 09.47 WITA, seluruh korban yang terdiri dari Ine Agustina, Baso Rafiansyah, Riyanti Rahmania Putri, Adel Zain Filadelfia, Mutiara Kamilah, dan Lulu berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Selanjutnya, seluruh korban langsung dibawa ke Puskesmas Minasatene untuk mendapatkan perawatan serta penanganan medis lebih lanjut.

Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi dan diserahterimakan kepada pihak medis, Tim Pencarian dan Pertolongan Gabungan menggelar evaluasi akhir pada pukul 10.00 WITA. Operasi pencarian dan pertolongan secara resmi diusulkan untuk ditutup, dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing. (*)

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Rekomendasi

Terkini

X