Para peserta kemudian meminta pertanggungjawaban kepada pihak travel yang mengurus perjalanan mereka. Namun hingga keberangkatan dinyatakan batal, tiket pengganti menuju Manokwari disebut belum juga tersedia.
Salah seorang anggota kontingen melalui media sosial menceritakan bahwa rombongan sempat diarahkan berpindah-pindah dari satu maskapai ke maskapai lainnya sebelum akhirnya mengetahui persoalan utama berada pada status pembayaran tiket.
Kisah tersebut memicu simpati luas dari masyarakat setelah video mereka bernyanyi di bandara menyebar di berbagai platform media sosial. Banyak warganet menyayangkan kegagalan keberangkatan para peserta yang telah berlatih dan mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang tingkat nasional.
Ironisnya, keberangkatan kontingen Pesparawi Kepri sebelumnya telah dilepas secara resmi oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, dalam sebuah seremoni pada 16 Juni 2026.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari pihak penyelenggara perjalanan maupun pihak terkait mengenai penyebab pasti belum terlunasinya tiket penerbangan tersebut serta langkah penyelesaian terhadap gagalnya keberangkatan kontingen menuju Pesparawi Nasional di Manokwari.
Artikel Terkait
Pesparawi XIII di Yogyakarta Resmi Dibuka, Gubernur Waterpauw: Harumkanlah Nama Daerah Dengan Prestasi Terbaik
Bandara Ahmad Yani Tebar 400 Paket Daging untuk Warga, Wujud Kepedulian yang Menghangatkan
Wacana Reaktivasi Bandara Adisutjipto, Operator Siap Ikuti Kebijakan Pemerintah
Kontingen LPPD Sulsel Target Boyong Juara di Pesparawi Nasional 2026 Manokwari
Bandara Ahmad Yani Gandeng Basarnas, Perkuat Respons Darurat dan Keselamatan Penerbangan