Bandara Ahmad Yani Gandeng Basarnas, Perkuat Respons Darurat dan Keselamatan Penerbangan

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 8 Juni 2026 | 17:13 WIB
Bandara Ahmad Yani Semarang dan Basarnas memperkuat sinergi penanganan keadaan darurat demi keselamatan penerbangan.
Bandara Ahmad Yani Semarang dan Basarnas memperkuat sinergi penanganan keadaan darurat demi keselamatan penerbangan.

Semarang, SUARA PEMBARUAN  – Upaya memperkuat sistem keselamatan dan penanganan keadaan darurat di lingkungan penerbangan terus dilakukan. Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang resmi menjalin kerja sama dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Semarang (Basarnas) guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi kondisi darurat.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Gedung Administrasi Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Senin (8/6/2026). Dokumen kerja sama ditandatangani langsung oleh General Manager Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, dan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Semarang, Budiono.

Sulistyo Yulianto mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat koordinasi antara pengelola bandara dan Basarnas, terutama dalam menghadapi situasi darurat yang memerlukan respons cepat dan terintegrasi.

Menurutnya, ruang lingkup kerja sama mencakup penguatan koordinasi operasional, pertukaran informasi, pelaksanaan latihan bersama, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga dukungan sarana dan prasarana untuk menunjang operasi pencarian dan pertolongan.

"Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penanganan keadaan darurat sehingga setiap potensi risiko dapat direspons secara cepat, tepat, dan terukur," ujarnya.

Latihan penanganan darurat dan keselamatan penerbangan bersama Basarnas

Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat Tahun 2024 di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang

Ia menambahkan, meski semua pihak berharap tidak terjadi insiden yang membutuhkan operasi darurat, kesiapan tetap harus menjadi prioritas utama. Karena itu, peningkatan koordinasi dan kesigapan antarlembaga dinilai penting untuk memastikan keselamatan pengguna jasa penerbangan.

Sulistyo menegaskan bahwa aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang merupakan fokus utama pengelola bandara. Melalui kerja sama ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat di area bandara maupun sekitarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Semarang, Budiono, menyambut baik terjalinnya kolaborasi tersebut. Ia menilai koordinasi yang kuat antara Basarnas dan pengelola bandar udara merupakan bagian penting dalam mendukung keselamatan penerbangan.

Sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan, Basarnas membutuhkan dukungan dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pengelola bandara, agar pelaksanaan tugas kemanusiaan dapat berjalan optimal.

Melalui perjanjian kerja sama ini, kedua instansi berharap mampu membangun sistem respons darurat yang lebih terpadu, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap masyarakat dan pengguna jasa transportasi udara di Jawa Tengah.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X