pendidikan

Akar Masalah Sistem Pendidikan Di Indonesia

Senin, 27 Oktober 2025 | 13:12 WIB
Ifah

Realita Pendidikan di Indonesia

Oleh: Ifah Rasyidah — Pegiat Literasi Islam

Berbicara tentang pendidikan di Indonesia berarti berbicara tentang sederet persoalan yang tak kunjung usai. Kerusakan akhlak, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga maraknya tawuran antar pelajar dan mahasiswa hanyalah sebagian dari potret buram pendidikan kita hari ini. Semua ini berakar dari rendahnya pendidikan berkarakter yang seharusnya mampu melahirkan generasi terbaik. Nyatanya, sistem pendidikan yang ada belum mampu memperbaiki arah generasi bangsa.

Sederet kenyataan di depan mata ini lahir dari sistem pendidikan sekuler-liberal yang selama ini diadopsi negeri ini. Sistem tersebut memang menghasilkan generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi kehilangan arah dalam moral dan akidah. Kita menyaksikan anak-anak bangsa yang pandai berpikir namun miskin adab; unggul secara akademis namun terseret dalam pergaulan bebas. Apakah ini generasi yang kita cita-citakan? Tentu tidak.

Akar Permasalahan: Sekularisme dan Liberalisme

Mengapa hal ini bisa terjadi? Akar persoalannya adalah karena sistem pendidikan kita menjauhkan nilai-nilai Islam dari kehidupan. Negara ini mengadopsi demokrasi yang berpijak pada ide kebebasan (liberalisme), sehingga seluruh program dan kurikulumnya dirancang untuk membentuk generasi sekuler dan liberal. Akibatnya, pendidikan agama hanya menjadi pelengkap, sementara sains dan budaya asing justru lebih diutamakan.

Baca Juga: Gas Bumi Masuk Desa, PGN Ajak Warga Lumajang Beralih ke Energi Bersih

Ibarat membangun rumah, kita sibuk memperindah dinding dan atap, tetapi lupa menguatkan pondasinya. Maka tak heran jika bangunan pendidikan kita mudah rapuh dan goyah.

Sistem evaluasi pendidikan pun tak berjalan sebagaimana mestinya. Pendidikan seakan hanya menjadi formalitas—mengejar ijazah, gelar, dan jabatan. Ironisnya, banyak gelar yang disandang tidak sebanding dengan kemampuan dan tanggung jawab moral yang seharusnya menyertainya.

Perlu Perbaikan Mendasar

Masalah pendidikan yang kompleks ini tentu tidak bisa dibiarkan. Diperlukan perbaikan mendasar, bukan sekadar tambal sulam kebijakan. Belum terlambat untuk memperbaikinya, yakni dengan kembali pada sistem pendidikan Islam yang berlandaskan akidah Islam.

Baca Juga: Ngeri! 602 Ribu Warga Jakarta Main Judi Online, Transaksi Capai Rp3,12 Triliun

Namun, penerapan sistem pendidikan Islam tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus ditopang oleh sistem kehidupan yang juga Islami—meliputi politik, ekonomi, sosial, dan budaya—agar pelaksanaannya berjalan utuh dan efektif.

Mencontoh Sistem Pendidikan Islam

Halaman:

Tags

Terkini