Semarang, suarapembaruan.news – Pihak rektorat Universitas Diponegoro (Undip) Semarang segera melakukan evaluasi kepada mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di perguruan tinggi tersebut.
Hal itu menyusul kasus mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip penerima KIP Kuliah yang viral karena bergaya hidup hedon dan mewah.
Sebelumnya marak diberitakan, Cantika Mutiara Johani (CMJ), mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip yang kasusnya diungkap oleh warganet pada akhir April lalu.
Baca Juga: Terobos Palang Pintu KA, Seorang Perempuan Tewas Tertabrak Sembrani
Melalui unggahan X, warganet mengaku heran lantaran yang bersangkutan diduga menerima KIP Kuliah, tetapi dinilai memiliki gaya hidup mewah.
“Kami akan melakukan evaluasi kepada setiap penerima KIP Kuliah, evaluasi akan dilakukan masuk tahun kedua, pada semester 3 dan 4, untuk mengetahui apakah masih layak menerima KIP Kuliah atau tidak,’’ ujar Rektor Undip Prof Suharnomo, Selasa (7/5).
Suharnomo mengatakan, mahasiswa atas nama CMJ telah mengundurkan diri dari program KIP Kuliah, menyusul terungkapnya gaya hidup mewahnya di media sosial.
Baca Juga: Seleksi CASN 2024, Pemprov Jateng Dapat Kuota 4.446
“Yang bersangkutan sudah mundur dari program Bidik Misi (penerima KIP Kuliah), dan kini membiayai sendiri biaya kuliahnya,” ujar rektor.
Selain CMJ, masih ada 4 lagi mahasiswa penerima KIP Kuliah di Undip yang dilaporkan ke pihak kampus, karena dinilai bergaya hidup tidak selayaknya penerima bantuan Bidik Misi tersebut.
“Namun setelah kami cek data maupun klarifikasi kepada yang bersangkutan, empat mahasiswa itu kami nilai masih layak menerima KIP Kuliah,” tegasnya.
Baca Juga: Hindari Praktik Kecurangan, Undip Lakukan Evaluasi Penerima KIP Kuliah
Menurut Suharnomo, dalam era saat ini, tidak bisa menilai status sosial ekonomi seseorang hanya dari penampilan luarnya.
“Orang yang tidak mampu pun boleh kok berpenampilan kekinian, masak mentang-mentang penerima KIP Kuliah, orang tidak mampu, harus berpenampilan lusuh dan melas (berharap dikasihani)? Ya tentu tidak,’’ imbuhnya.
Baca Juga: Bersinergi dengan Polda Jawa Tengah, Semen Gresik Tandatangani MoU Pengamanan Objek Vital Nasional
Artikel Terkait
Keren! Wali Kota Semarang Mbak Ita Lulus Doktor Undip dengan Predikat Summa Cumlaude
Rektor UNDIP Resmikan Pilar Cendekia Profesor Kehormatan Dr. H. Yulius, S.H., M.H.
Prof Suharnomo Resmi Dilantik Jadi Rektor UNDIP Periode 2024-2029
UNDIP Mengapresiasi Peran Guru PAUD, Tanamkan Budi Pekerti Pada Generasi Penerus Bangsa
Tinggi, Animo Peserta UTBK-SNBT 2024 di UNDIP, Capai 25.398 Orang