“Kami ingin anak-anak memahami bahwa menjaga satwa membutuhkan banyak profesi dan keahlian. Dengan begitu, mereka bisa melihat bahwa konservasi adalah bidang yang menarik sekaligus penting bagi masa depan,” jelasnya.
Melalui berbagai aktivitas edukatif dan interaktif tersebut, Gembira Loka berharap dapat menanamkan rasa cinta terhadap satwa dan lingkungan sejak usia dini. Kesadaran untuk menjaga kelestarian alam dinilai perlu dibangun melalui pengalaman langsung yang menyenangkan bagi anak-anak.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, mengapresiasi kehadiran Pesona Gembira Loka di Kota Semarang. Menurutnya, pengelolaan kebun binatang bukanlah pekerjaan mudah karena menyangkut kehidupan dan kesejahteraan satwa yang harus dijaga setiap hari.
Ia mencontohkan, saat pandemi Covid-19 melanda, operasional kebun binatangdi Kota Semarang tidak bisa berhenti sepenuhnya karena satwa tetap membutuhkan makanan, minuman, serta pelayanan kesehatan secara rutin.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak dan keluarga tidak hanya mendapatkan hiburan selama liburan sekolah, tetapi juga memperoleh edukasi tentang pentingnya mencintai satwa, terutama satwa langka dan dilindungi,” ujarnya.
Dengan memadukan unsur rekreasi, edukasi, dan konservasi, Pesona Gembira Loka Semarang diharapkan menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap keberlangsungan satwa dan lingkungan.*
Artikel Terkait
Penemuan Ladang Ganja di Bromo: Perlunya Pengawasan Agar Kawasan Konservasi Tidak Dijadikan Aktivitas Ilegal
Rumah Aspirasi Angkat Isu Konservasi dan Investasi Untuk Bengkulu Maju
Hari Konservasi Alam Nasional Pertamina Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Cagar Alam Panua
Gua Purba 44.000 Tahun di Area Tambang, SIG–Semen Tonasa Sulap Bulu Sipong Jadi Kawasan Konservasi Dunia
Gembira Loka Zoo Mantapkan Langkah Menuju Keanggotaan Kebun Binatang Dunia 2026
Gembira Loka 'Turun Gunung' ke Semarang, Mall Disulap Jadi Arena Edukasi Satwa Interaktif