Gembira Loka Zoo Mantapkan Langkah Menuju Keanggotaan Kebun Binatang Dunia 2026

Photo Author
Fuska Sani Evani, Suara Pembaruan
- Kamis, 2 April 2026 | 20:05 WIB
Gajah koleksi  Gembira Loka Zoo Yogyakarta. (Ist)
Gajah koleksi Gembira Loka Zoo Yogyakarta. (Ist)

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Gembira Loka Zoo (GL Zoo) Yogyakarta semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu kebun binatang terdepan di Indonesia dengan ambisi besar menembus panggung internasional. Setelah berhasil meraih sertifikasi kesejahteraan satwa tingkat Asia, lembaga konservasi ini kini menargetkan untuk bergabung dengan World Association of Zoos and Aquariums (WAZA) pada Oktober 2026. Langkah ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan simbol pengakuan global atas komitmen GL Zoo dalam menjaga kesejahteraan satwa sekaligus memberikan pengalaman edukatif dan rekreatif bagi masyarakat.

Direktur Utama GL Zoo, KMT A. Tirtodiprojo atau akrab disapa Joko, menyampaikan tekad tersebut dalam acara Syawalan dan Halalbihalal keluarga besar GL Zoo bersama Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X, di Mayang Tirta, kompleks GL Zoo. Menurutnya, tahun 2025 dan 2026 akan menjadi periode penting untuk memperkuat standar animal welfare. Ia menekankan bahwa keberhasilan GL Zoo bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari sinergi antara yayasan, manajemen, dan seluruh karyawan. “Pesan utamanya adalah kesatuan. Kita membangun kebun binatang ini tidak bisa sendiri-sendiri, harus harmonis. Fokus utama kami adalah kesejahteraan satwa. Jika satwa sejahtera, otomatis karyawan juga harus sejahtera lebih dahulu,” ujarnya.

Target bergabung dengan WAZA menjadi tindak lanjut dari pengakuan yang telah diraih GL Zoo di tingkat Asia. Dengan keanggotaan global, GL Zoo akan memiliki akses lebih luas terhadap jaringan internasional, pertukaran pengetahuan, serta peluang kolaborasi dalam program konservasi lintas negara. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan reputasi Yogyakarta sebagai pusat wisata sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi konservasi dunia.

Selain fokus pada penguatan kesejahteraan satwa, GL Zoo juga menunjukkan performa yang impresif dari sisi kunjungan. Selama libur Lebaran 18–29 Maret 2026, jumlah wisatawan yang datang mencapai hampir 70 ribu orang. Angka ini sesuai dengan prediksi manajemen dan menunjukkan konsistensi daya tarik GL Zoo sebagai destinasi wisata keluarga. Bahkan setelah masa libur berakhir, rata-rata kunjungan harian tetap stabil di kisaran 3.000 orang. Stabilitas ini menjadi indikator bahwa GL Zoo tidak hanya bergantung pada momentum liburan, tetapi telah menjadi pilihan utama masyarakat untuk rekreasi sekaligus edukasi sepanjang tahun.

Menghadapi libur panjang pasca-Paskah, GL Zoo menyiapkan daya tarik baru berupa koleksi satwa unik. Dua di antaranya adalah African Painted Dog atau Anjing Liar Afrika dan Red Fox atau Rubah Merah. Kehadiran satwa ini diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung, terutama karena konsep penataan kandang kini lebih alami dan terbuka. Tidak lagi sekadar kerangkeng besi, melainkan ruang yang memungkinkan satwa menampilkan perilaku alaminya. “Kami ingin pengunjung bisa menikmati perilaku alami binatang secara dekat. GL Zoo bukan sekadar rekreasi, tapi pengalaman indah bagi konservasi,” tegas Joko.

Transformasi yang dilakukan GL Zoo mencerminkan paradigma baru kebun binatang modern. Dari sekadar tempat hiburan, kini GL Zoo berfungsi sebagai pusat konservasi, edukasi, dan penelitian. Dengan menghadirkan koleksi satwa yang ditata secara alami, pengunjung tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga wawasan tentang pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem. Pendekatan ini sejalan dengan tren global yang menempatkan kebun binatang sebagai mitra strategis dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

Ambisi GL Zoo untuk bergabung dengan WAZA pada 2026 menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjangnya. Keanggotaan tersebut akan membuka peluang lebih besar bagi GL Zoo untuk berkontribusi dalam forum internasional, berbagi praktik terbaik, serta memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan konservasi dunia. Dengan dukungan masyarakat, pemerintah daerah, dan komitmen seluruh jajaran, GL Zoo Yogyakarta tidak hanya menjadi kebanggaan lokal, tetapi juga simbol kontribusi Indonesia bagi kesejahteraan satwa dan keberlanjutan lingkungan global.

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X