Semarang, SUARA PEMBARUAN - Menyambut musim libur sekolah, Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembira Loka (GL Zoo) Yogyakarta menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat melalui gelaran Pesona Gembira Loka Semarang di Mal The Park Semarang. Ratusan satwa dibawa lebih dekat ke tengah masyarakat untuk menghadirkan hiburan sekaligus edukasi tentang pentingnya konservasi dan perlindungan satwa.
Direktur Utama Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembira Loka, KMT A. Tirtodiprojo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya mengenalkan dunia satwa kepada anak-anak dan keluarga dengan cara yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Menurutnya, kehadiran satwa di ruang publik bukan sekadar atraksi, melainkan sarana pembelajaran agar anak-anak dapat mengenal berbagai jenis satwa, memahami perilakunya, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam sejak usia dini.
“Anak-anak bisa melihat langsung satwa, mengenal jenis-jenisnya, memahami kebiasaan mereka, sekaligus belajar mengapa satwa perlu dilindungi. Edukasi seperti ini menjadi cara yang efektif dan menyenangkan,” ujarnya di sela kegiatan.
Dalam pameran tersebut, Gembira Loka menghadirkan sekitar 350 ekor satwa dari 52 jenis. Koleksi yang ditampilkan dipilih untuk memberikan pengalaman edukatif sekaligus memperlihatkan bagaimana satwa dapat hidup sehat dan nyaman dengan pengelolaan yang mengutamakan kesejahteraan hewan.
KMT A. Tirtodiprojo menuturkan, sejak memasuki usia ke-70 pada 2023, Gembira Loka terus bertransformasi menjadi lembaga konservasi modern yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, tetapi juga pusat pendidikan dan pelestarian satwa.
Ia mengakui masih ada sebagian masyarakat yang memandang kebun binatang sebagai tempat yang kumuh dan minim fasilitas. Karena itu, Gembira Loka berupaya menghadirkan wajah baru kebun binatang yang bersih, nyaman, edukatif, dan berorientasi pada kesejahteraan satwa.
“Prinsip utama kami adalah animal welfare. Ketika satwa hidup sehat dan sejahtera, berarti sistem pengelolaan dan perawatannya berjalan dengan baik,” katanya.
Saat ini Gembira Loka memiliki sekitar 1.500 ekor satwa dari 150 jenis dan setiap tahun dikunjungi sekitar satu juta wisatawan. Menjelang liburan sekolah tahun ini, pengelola juga menghadirkan sejumlah wahana dan koleksi baru untuk menarik minat pengunjung.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah hadirnya Zona Cakar 4, yang menampilkan satwa eksotis seperti Rubah Merah (Red Fox) dan African Painted Dog. Bahkan, pengelola tengah menantikan kemungkinan kelahiran anak African Painted Dog setelah proses adaptasi satwa tersebut berjalan dengan baik.
Tak hanya memperkenalkan satwa, Gembira Loka juga mengajak anak-anak mengenal berbagai profesi di dunia konservasi, mulai dari dokter hewan hingga keeper atau perawat satwa.
Artikel Terkait
Penemuan Ladang Ganja di Bromo: Perlunya Pengawasan Agar Kawasan Konservasi Tidak Dijadikan Aktivitas Ilegal
Rumah Aspirasi Angkat Isu Konservasi dan Investasi Untuk Bengkulu Maju
Hari Konservasi Alam Nasional Pertamina Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Cagar Alam Panua
Gua Purba 44.000 Tahun di Area Tambang, SIG–Semen Tonasa Sulap Bulu Sipong Jadi Kawasan Konservasi Dunia
Gembira Loka Zoo Mantapkan Langkah Menuju Keanggotaan Kebun Binatang Dunia 2026
Gembira Loka 'Turun Gunung' ke Semarang, Mall Disulap Jadi Arena Edukasi Satwa Interaktif