Oleh karenanya Angleb seharusnya tidak sekadar dipandang sebagai rutinitas, melainkan momentum untuk memperbaiki kualitas layanan transportasi nasional. Dengan perencanaan matang, disiplin para pemudik, serta koordinasi lintas sektor, Angleb dapat menjadi pengalaman yang aman, nyaman, dan tetap menyimpan kehangatan tradisi pulang kampung. Penulis meyakini bahwa inilah esensi mudik, sebagai perjalanan penuh makna yang menghubungkan rindu, budaya, dan tidak melupakan tanggung jawab bersama.*Baca Juga: Dirut BPJS Kesehatan Buka Fakta: “Berobat Itu Mahal, Cuma Ada yang Bayarin”
Bram Hertasning adalah Doktor Kebijakan Publik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Lalu Lintas & Angkutan Pelayaran dan Penerbangan, Badan Kebijakan Transportasi serta merupakan Pengurus Intelligent Transport System (ITS) Indonesia dan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI).
Artikel Terkait
Pelanggan Masih Setia Pakai Pertamax, Konsumsi Selama Mudik Lebaran di Jateng - DIY Naik 77 Persen
YIA Jadi Salah Satu Bandara Tersibuk Saat Libur Lebaran 2025, SIG Dukung Lewat Kualitas Infrastruktur
Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang Layani 177.881 Penumpang dan Angkut 1.500.950 Kg Kargo
Pasok 98 Ribu Ton Semen untuk Tol Serang–Panimbang, SIG Perkuat Akses Ekonomi Banten Selatan
Jebol, Penertiban Kendaraan ODOL di Jalan Tol
Simpang Susun Krapyak dan Ilusi Aman Jalan Tol