Belajar dari Guru, tapi Tak Mau Belajar tentang Guru

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 26 Januari 2026 | 22:24 WIB
Sri Hartono
Sri Hartono

Guru—terutama guru honorer—adalah perajut kain bangsa: menyambung benang-benang yang tercerai oleh kemiskinan, ketimpangan wilayah, dan keterbatasan negara, lalu menenunnya menjadi harapan bersama.

Jika perajut itu terus dibiarkan bekerja tanpa pengakuan dan perlindungan, maka kain kebangsaan yang kita harapkan bisa menutup hina bangsa tak sekedar cacat dan rapuh, bisa jadi gagal terwujud karena perajutnya tak kuasa lagi menggerakkan jarum. Dari cara negara memperlakukan gurunya, yang terjadi bukan hanya masa depan pendidikan, tetapi martabat bangsa sedang diuji.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sapi Banpres dan Hikmah dari Dusun Ngumpul

Senin, 1 Juni 2026 | 11:20 WIB

Kebijakan Penghematan BBM dari Sisi Transportasi

Senin, 13 April 2026 | 07:05 WIB

“Untal Malang” ke Otonomi Guru

Jumat, 10 April 2026 | 14:27 WIB

Quo Vadis Tata Kelola PNBP Kepelabuhanan

Rabu, 1 April 2026 | 10:24 WIB
X