Ruce mengatakan bahwa ia akhirnya memutuskan pulang setelah mendapat teguran dari teman-temannya serta kritik dari publik.
“Saya baru memahami sepenuhnya setelah mendapat teguran dari teman-teman semua. Setelah diingatkan, saya langsung pulang dan menyampaikan permintaan maaf,” katanya.
Kasus ini juga memicu reaksi dari sejumlah tenaga kesehatan di media sosial, termasuk Adam Prabata dan Ayman Alatas yang memberikan edukasi mengenai bahaya penularan campak.
Para tenaga kesehatan mengingatkan bahwa penyakit tersebut memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Satu orang penderita campak bahkan dapat menularkan penyakit tersebut kepada sekitar sembilan orang di sekitarnya.
Sejumlah warganet juga mengungkapkan kemarahan mereka di media sosial. Banyak yang menilai tindakan tersebut tidak bertanggung jawab, terlebih karena campak termasuk penyakit menular yang dapat berbahaya bagi anak-anak, ibu hamil, maupun orang dengan daya tahan tubuh rendah.
Perdebatan di media sosial pun berkembang menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih memahami risiko penyakit menular dan pentingnya isolasi diri ketika sedang sakit demi melindungi orang lain di sekitar.
Artikel Terkait
Pesona Silvia Roy Shita, Selebgram 'Pemersatu Bangsa' dari Pulau Dewata
DPR Desak Pemerintah Siapkan Opsi Militer Non-Perang untuk Bebaskan Selebgram WNI di Myanmar
Sumenep KLB Campak - 2035 Penderita 17 Meninggal
17 Meninggal, Vaksinasi Campak Masal di Sumenep 25 Agustus - 14 September 2025
Mencekam! Selebgram Tresnany Moonlight Cerita Detik-Detik Rudal Iran Hujani Dubai