Bali, SUARA PEMBARUAN - Di tengah derasnya arus konten digital yang membanjiri media sosial, nama Silvia Roy Shita menjadi salah satu yang menonjol.Baca Juga: Pelanggaran ODOL di Gowa Merajalela, Bupati Husniah Minta Ditindak Tegas
Berawal dari akun Instagram dengan fokus konten fashion dan dance, kini ia dikenal luas sebagai influencer dengan jutaan pengikut yang setia menanti unggahannya.
Perjalanannya dari dunia perhotelan hingga menjadi figur publik yang kerap dijuluki "pemersatu bangsa" oleh netizen, menunjukkan bagaimana media sosial bisa mengubah hidup seseorang secara drastis.Baca Juga: Pemprov Bengkulu Alokasikan Dana Perbaikan Jalan Provinsi di Kabupaten Benteng Rp 182,2 Miliar
Silvia Roy Shita memulai langkahnya di dunia influencer sejak tahun 2017. Di masa-masa awal, konten-kontennya banyak menampilkan sisi kreatif dalam hal fashion serta keterampilannya dalam menari.
Kombinasi keduanya menghadirkan warna tersendiri di tengah padatnya konten serupa di Instagram. Gaya berpakaiannya yang berani dan percaya diri menjadi ciri khas yang membedakan Silvia dari influencer lain.Baca Juga: Usut Kapal Wisata Karam, Polresta Bengkulu Periksa 21 Orang Saksi
Namun, titik balik dalam karier digitalnya terjadi saat pandemi COVID-19 melanda dunia. Ketika masyarakat dipaksa untuk tetap di rumah dan aktivitas digital meningkat drastis, Silvia melihat peluang besar.
Ia memperluas jangkauan kontennya ke platform TikTok, yang saat itu tengah naik daun, dan secara aktif memproduksi konten yang tidak hanya menghibur tetapi juga menjadi perbincangan publik.Baca Juga: Kapal Wisata Karam di Perairan Bengkulu Ternyata Bawa 107 Orang Penumpang dan ABK
Julukan "pemersatu bangsa" yang disematkan oleh netizen bukan tanpa alasan. Konten Silvia yang menampilkan gaya berpakaian terbuka namun tetap terlihat modis dan elegan, dianggap mampu menarik perhatian dari berbagai kalangan.
Dalam dunia maya yang penuh perbedaan pandangan, Silvia menjadi sosok yang mampu menyatukan perhatian para pengguna media sosial.Baca Juga: Bawa Ganja Karyawan PT. Freeport Ditangkap di Bandara Sentani
Gaya komunikasinya yang santai, lugas, dan penuh percaya diri, menjadikannya relatable di mata pengikutnya.
Tak sedikit pula yang menganggap Silvia sebagai simbol kebebasan berekspresi dan keberanian untuk menjadi diri sendiri, terutama bagi para perempuan muda yang ingin tampil percaya diri tanpa takut akan stigma sosial.Baca Juga: Gubernur Helmi Salurkan DBH Tahun 2025 Untuk Kabupaten dan Kota di Bengkulu Senilai Rp 179,67 Miliar
Sebelum terkenal sebagai influencer, Silvia bekerja di bidang perhotelan—sebuah industri yang sangat menuntut profesionalisme, keramahan, dan kedisiplinan tinggi.
Pengalaman inilah yang disebutnya banyak membantu dalam membangun citra profesional di dunia digital.
Kemampuannya dalam menjalin relasi dan berkomunikasi dengan berbagai pihak menjadi modal penting ketika berhadapan dengan klien, brand, maupun pengikut di media sosial.Baca Juga: Lulusan Perdana BINUS SCHOOL Semarang Siap Hadapi Tantangan Global, Raih Prestasi Internasional
Namun seiring meningkatnya popularitas dan permintaan untuk kerja sama promosi (endorsement), Silvia memutuskan untuk lebih fokus pada dunia digital. Keputusannya terbukti tepat. Saat ini, ia menerima endorsement dari berbagai produk ternama, mulai dari brand kecantikan, fashion, hingga promosi villa-villa mewah di Bali.
Artikel Terkait
Kalah di Pilkada Pemalang, Vicky Prasetyo Banjir Dukungan Seleb hingga Orang Terdekat
3 Fakta Kasus Kekerasan yang Dialami Artis Asal China Zhao Lusi, Salah Satunya Kebiasaan Memendam Perasaan Sendiri
Angga-Shenina Bikin Heboh di Medsos usai Gelar Pernikahan, 3 Pasangan Artis Ini Juga Pernah Lakukan Hal Serupa
Gold Medalist Menjawab Tuntutan Kakak Mendiang Sulli Terkait Film Real, Klaim sang Artis Tahu Ada Adegan Panas dengan Kim Soo-hyun
Minta Bayaran Rp150 Juta Sekali Tampil, Lisa Mariana Bikin Geger! Pablo Benua: "Emangnya Artis Kelas Dewa?"