Sumenep KLB Campak - 2035 Penderita 17 Meninggal

Photo Author
Teguh LR, Suara Pembaruan
- Jumat, 22 Agustus 2025 | 20:58 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

 

Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, mengirimkan 9.825 botol vaksin MR atau Measles and Rubella dari Kementerian Kesehatan ke Sumenep, Madura, setelah kabupaten tersebut ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) campak.

“Sampai 21 Agustus 2025, kasus suspek campak telah mencapai 2035 dan 17 meninggal. Kasus campak ini tersebar di 26 kecamatan,” ungkap Khofifah di Surabaya, Jumat (22/8/2025).

Seperti diketahui, campak merupakan virus mudah menular yang umumnya menyerang anak-anak. Tanda-tandanya berupa demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan ruam khas di seluruh tubuh.

Menurut gubernur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kemudian memberikan on the job training (OJT) pembuatan kajian epidemiologi KLB PD3I ke seluruh puskesmas di Kabupaten Sumenep sebagai upaya penanggulangan.

Selain itu juga digelar pertemuan koordinasi lintas batas Madura Raya meliputi Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan dan Surabaya Raya, dengan output berupa dokumen kesepakatan penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

Jadi penting juga melibatkan Surabaya Raya untuk mencegah campak ini agar tidak menyebar ke daerah lain. Dan bersamaan dengan pengamanan ini kita juga langsung bergerak cepat memasifkan imunisasi terutama anak-anak.

Bersinergi dengan Kementerian Kesehatan RI, Pemprov Jatim juga melakukan rapat koordinasi terbatas bersama Komite Ahli Penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (Komli PD3I) Indonesia, WHO, dan Dinkes Sumenep untuk membahas KLB campak serta rekomendasi penaggulangannya.

"Secepatnya akan kami lakukan Outbreak Response Imunization atau ORI. Berdasarkan kajian epidemiologi sampai dengan 14 Agustus 2025 lalu, maka ORI campak akan dilakukan di 26 wilayah puskesmas di Sumenep untuk mencegah transmisinya," kata Khofifah.

Ia, menambahkan, sasaran ORI sendiri merupakan anak-anak berusia 9 bulan hingga 6 tahun. Tindakan ini akan dilaksanakan serentak mulai tanggal 25 Agustus sampai 14 September mendatang.

Gubernur memastikan, ORI dilakukan dengan pemberian 1 dosis MR tanpa melihat status imunisasi sebelumnya. Setelah ORI selesai, barulah akan dilakukan imunisasi kejar pada anak-anak yang belum lengkap imunisasi campak sesuai usia untuk peningkatan kekebalan.

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X