Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Berdasarkan laporan The Global Health Observatory WHO 2021, Indonesia tercatat sebagai negara dengan kasus baru kusta terbanyak ketiga setelah India dan Brazil. Sementara, berdasar data nasional Tahun 2024, jumlah kasus kusta di Indonesia 14.698 penderita dan 2.198 kasus ada di Jatim.
Di Jawa Timur dan Indonesia umumnya, dalam upaya mengeliminasi seringkali menemui hambatan. Di tengah kemajuan teknologi kesehatan saat ini, penyakit kusta nyatanya sering dianggap tabu oleh masyarakat bahkan sering dianggap kutukan Tuhan.
"Masih banyak masyarakat di berbagai daerah menganggap Kusta sebagai penyakit Kutukan Tuhan atau Karma,” ungkap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, saat menerima kunjungan Chairman of the Nippon Foundation Mr. Yohei Sasakawa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya Rabu (9/7/2025) malam.
Pemerintah Provinsi Jatim, siap menjadi partner bagi Nippon Foundation dalam memberantas Kusta. Kesiapan itu ditunjukkan dengan keberadaan RSUD Dr. Soetomo Surabaya, milik Pemprov Jatim, yang mendapat penugasan Kemenkes RI sebagai sentra pelayanan Kusta di Indonesia. "Harapannya, Nippon Foundation bisa memberikan penguatan Laboratorium, Research atau penelitian, hingga penyediaan reagen yang bisa lebih komprehensif.
Tantangan Berantas Kusta
Sementara itu, Mr. Yohei Sasakawa mengatakan, tantangan dari pemberantasan Kusta di dunia adalah stigma masyarakat terhadap para penderitanya.
Bukan hanya bagi yang masih dalam penyembuhan, tetapi juga bagi yang sudah sembuh, pandangan terhadap penderita penyakit kusta masih dianggap sebagai Kutukan Tuhan atau Karma.
Pemahaman yang salah terhadap kusta menjadi salah satu halangan yang seringkali dijumpai. Dan ini harus ditindak dengan kerjasama dari seluruh pihak. "Pak Menkes Budi Gunadi Sadikin, menargetkan Indonesia bebas Kusta dan Jawa Timur ditunjuk sebagai salah satu fokus utamanya. Kita yakin, jika Jatim bisa bebas Kusta maka dampaknya akan terasa di seluruh Indonesia," pungkasnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, President of Sasakawa Health Foundation Mr. Dr. Takahiro Nanri, Senior Officer of Nippon Foundation Mrs. Dr. Akiko Horiba, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Duta Besar Indonesia untuk Jepang H.E. Heri Akhmadi serta Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz.
Artikel Terkait
Bojonegoro Wastra Batik Festival 2025 Menunggu Geliat Industri Batik Jatim
Gubernur Jatim Salurkan BLT Rp 5,57 Miliar untuk 4.207 Buruh Rokok di Surabaya
Transaksi Misi Dagang Pemprov Jatim di NTB, Capai Rp 1,068 Triliun