BPH Migas Dorong Roadmap FSRU, Amankan Pasokan Gas Jatim Jangka Panjang

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 2 Februari 2026 | 17:37 WIB
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas saat kunjungan kerja di Surabaya, membahas penguatan pasokan gas bumi Jawa Timur melalui pengembangan FSRU dan integrasi LNG dengan jaringan pipa.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas saat kunjungan kerja di Surabaya, membahas penguatan pasokan gas bumi Jawa Timur melalui pengembangan FSRU dan integrasi LNG dengan jaringan pipa.

 


Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong pemerintah untuk segera menyusun roadmap pembangunan fasilitas Floating Storage Regasification Unit (FSRU).Baca Juga: Tim Semar UGM Raih Dua Gelar Juara di Kompetisi Internasional Shell Eco-Marathon Qatar

Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi solusi strategis jangka menengah hingga panjang guna memperkuat keandalan pasokan gas bumi di Jawa Timur, seiring lonjakan kebutuhan dari sektor industri, pembangkit listrik, dan rumah tangga.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menegaskan bahwa FSRU maupun fasilitas regasifikasi lainnya akan berfungsi sebagai penyangga pasokan gas berbasis LNG yang terintegrasi dengan jaringan pipa eksisting di wilayah Jawa Timur.Baca Juga: Biaya Melonjak, Pengusaha Pelayaran Terjepit Kurs Dolar dan Minim Dukungan Negara

Menurut Wahyudi, FSRU memberikan fleksibilitas tambahan dalam menjaga stabilitas dan keandalan penyaluran gas, terutama di kawasan dengan permintaan tinggi. Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja di Surabaya, Jumat (30/1/2026), dalam rangka membahas penguatan sistem pasokan gas bumi regional. Pada kesempatan tersebut, BPH Migas juga meninjau penyaluran gas PGN pasca planned shutdown pemasok untuk keperluan perawatan.Baca Juga: Mahasiswa KKN UGM Turut Bantu Pemulihan Penyintas Bencana di Aceh

Ia mengungkapkan, penyaluran gas bumi melalui jaringan transmisi di Jawa Timur menunjukkan tingkat serapan yang cukup besar, dengan rata-rata kebutuhan mencapai sekitar 413,88 BBTUD. Tingginya angka tersebut mencerminkan peran krusial gas bumi dalam menopang aktivitas ekonomi sekaligus menjaga ketahanan energi daerah.

“Dengan kebutuhan yang terus meningkat, sistem pasokan harus diperkuat lewat diversifikasi sumber. LNG melalui FSRU dapat menjadi buffer strategis untuk menjamin kontinuitas penyaluran gas,” ujar Wahyudi.Baca Juga: Industri Baterai EV Dipercepat, Golkar Nilai Indonesia Kian Mantap Menuju Energi Bersih

Selain memperkuat keandalan pasokan, pengembangan infrastruktur FSRU juga dinilai mendukung pemerataan energi dan agenda transisi energi nasional. Integrasi distribusi gas melalui jaringan pipa dan LNG diharapkan mampu membangun ekosistem gas bumi yang lebih efisien serta meningkatkan daya saing industri di Jawa Timur.*Baca Juga: Pertamina Perkuat Budaya Manajemen Risiko melalui MWT di Fuel Terminal Luwuk



Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X