Ujung Tombak Pemecah Kebuntuan Layanan di Rumah Sakit

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 1 Agustus 2024 | 12:09 WIB
Petugas BPJS SATU Hendrik Adi Wibowo tengah melakukan edukasi kepada peserta JKN di loket edukasi pendaftaran online RSUP dr Kariadi Semarang.  (Stefy Thenu)
Petugas BPJS SATU Hendrik Adi Wibowo tengah melakukan edukasi kepada peserta JKN di loket edukasi pendaftaran online RSUP dr Kariadi Semarang. (Stefy Thenu)


Selain menerima pengaduan tatap muka, Hendrik juga melakukan customer visit kepada pasien yang menjalani rawat inap maupun rawat jalan.

Baca Juga: Pemprov Bengkulu Ajak Semua Pihak Dorong Perubahan Iklim Berbasis Kelautan


“Dalam sebulan, saya melakukan customer visit kepada 60 pasien rawat jalan dan 40 pasien rawat inap,” tuturnya.

Petugas BPJS SATU Hendrik Adi Wibowo saat melakukan customer visit kepada Bani, peserta JKN di Ruang HD RSUP dr Kariadi Semarang (Stefy Thenu)

Bani (62) warga Kendal, pasien cuci darah (HD), yang dikunjunginya di bangsal HD mengaku senang dikunjungi petugas BPJS SATU.


Dirinya mengaku sudah menjalani cuci darah selama 2 tahun dan rutin melakukan cuci darah selama 2 kali dalam seminggu.


“Di sini enak, mas. Perawatnya ramah-ramah. Beda banget saat di rumah sakit daerah,” kata Bani, curhat.

Baca Juga: Pemprov Bengkulu Ajak Semua Pihak Dorong Perubahan Iklim Berbasis Kelautan


Kepada Bani, Hendrik pun memberikan sejumlah informasi layanan kesehatan terutama terkait perpanjangan rujukan.


“Bisa kok diperpanjang seminggu sebelum masa berlaku habis, jadi tidak perlu menunggu jatuh tempo masa berlaku,” tegasnya.


Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Fitria Nurlaila Pulukadang mengatakan, pihaknya terus memberikan kemudahan, kepastian dan kecepatan layanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Baca Juga: Sukseskan Pilkada Serentak, KPU Provinsi Bengkulu Sosialisasikan Peraturan KPU No 8 Tahun 2024


Salah satunya, melalui BPJS SATU yang menjalankan fungsi Penanganan Pengaduan Peserta Rumah Sakit (P3RS). Hendrik, dan petugas BPJS SATU lainnya, menjadi ujung tombak BPJS Kesehatan di lapangan.


Petugas BPJS SATU telah berperan menjadi ujung tombak pemecah kebuntuan layanan kesehatan di rumah sakit bagi para peserta program JKN.


Fitria menjelaskan, animo masyarakat menjadi peserta JKN-KIS terbilang cukup tinggi. Di Kota Semarang, kata Fitria, peserta JKN telah mencapai 100 persen Universal Health Coverage (UHC), yakni sebanyak 1.724.149 orang. Sedangkan di Kabupaten Demak 1.234.396 orang atau 99,06 persen.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:47 WIB
X