Hobi mengoleksi suatu benda, tampaknya cukup banyak peminatnya di seluruh dunia. Salah satunya adalah mengoleksi benda memorabila kepramukaan atau kepanduan.
Jumlah anggota kepanduan di seluruh dunia saat ini mencapai hampir 60 juta orang dengan puluhan bahkan ratusan juta lainnya yang pernah ikut dalam kegiatan kepanduan, menyebabkan tak sedikit pula yang hobi mengoleksi benda memorabilia kepanduan.
Baca Juga: Siham Buktikan Disabilitas Bukan Halangan Kuliah
Untuk mereka dan para calon kolektor itu, kini terbit sebuah buku. Berjudul Cari, Kumpulkan, dan Lestarikan, buku dengan ISBN 978-634-04-6371-2 tersebut baru saja diterbitkan di Jakarta.
Buku karya Berthold DH Sinaulan atau akrab dipanggil Kak Be itu diterbitkan oleh Perkumpulan Kolektor Memorabilia Kepanduan Indonesia, yang dalam Bahasa Inggris dinamakan Indonesia Scout Collectors Society (ISCS). Suatu wadah perkumpulan komunitas para kolektor memorabilia kepanduan di Indonesia yang didirikan di Jakarta pada 20 Mei 2024.
Baca Juga: Mahasiswa KKN UGM Turut Bantu Pemulihan Penyintas Bencana di Aceh
Buku tersebut, berisikan panduan untuk mengoleksi berbagai memorabilia atau benda kenangan yang terkait dengan gerakan pendidikan kepanduan, yang di Indonesia sekarang bernama Gerakan Pramuka.
Dicetak full colour (seluruh halaman berwarna), buku setebal 63 halaman isi dengan 9 halaman pendahuluan, merupakan karya Kak Be kesekian untuk buku-buku dengan tema kepanduan atau kepramukaan.
Baca Juga: IHSG Anjlok Usai MSCI, Alarm Keras Tata Kelola Bursa Indonesia
Sejak dimulainya gerakan kepanduan di dunia pada 1907 dan masuk ke Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia-Belanda pada 1912, organisasi pendidikan nonformal itu telah berkembang dengan pesat. Saat ini dari hampir 60 juta pandu di seluruh dunia, tercatat sekitar 25 juta anggota Gerakan Pramuka atau 40 persen lebih dari jumlah keseluruhan pandu di dunia.
Gerakan pendidikan nonformal yang telah berusia lebih dari seratus tahun itu, telah meninggalkan jejak sejarah yang cukup panjang.
Termasuk keberadaan berbagai pernak-perniknya, mulai dari seragam dan tanda-tandanya, kartu anggota, sertifikat, pin (lambang dari logam atau plastik), badge (lambang dari kain), buku, majalah, sampai beragam koleksi benda filateli (prangko dan benda pos lainnya), numismatik (mata uang dan medali), dan bahkan kartu-kartu telepon yang desain gambarnya dengan tema kepanduan.
Baca Juga: Pertamina Perkuat Budaya Manajemen Risiko melalui MWT di Fuel Terminal Luwuk
Artikel Terkait
OJK Gaspol Reformasi Pasar Modal, Free Float Naik dan Transparansi Diperketat
Melisa Ivani Tabo: “Kami Datang untuk Menguatkan” di Tengah Tragedi Karubaga
Pertamina Perkuat Budaya Manajemen Risiko melalui MWT di Fuel Terminal Luwuk
Mengurai masalah transportasi dengan Data: Saat Kebijakan Transportasi Butuh Analitik Cerdas
Industri Baterai EV Dipercepat, Golkar Nilai Indonesia Kian Mantap Menuju Energi Bersih
Mahasiswa KKN UGM Turut Bantu Pemulihan Penyintas Bencana di Aceh
Biaya Melonjak, Pengusaha Pelayaran Terjepit Kurs Dolar dan Minim Dukungan Negara
Tim Semar UGM Raih Dua Gelar Juara di Kompetisi Internasional Shell Eco-Marathon Qatar
BPH Migas Dorong Roadmap FSRU, Amankan Pasokan Gas Jatim Jangka Panjang
Jumlah Jamaah Calon Haji Gowa Meningkat Signifikan 2026