Buku Baru, Panduan Mengoleksi Memorabila Kepramukaan

Photo Author
Bangun P Lubis, Suara Pembaruan
- Senin, 2 Februari 2026 | 17:50 WIB
Bertthold Sinaulan seorang kolektor
Bertthold Sinaulan seorang kolektor

Hobi mengoleksi suatu benda, tampaknya cukup banyak peminatnya di seluruh dunia. Salah satunya adalah mengoleksi benda memorabila kepramukaan atau kepanduan.

Jumlah anggota kepanduan di seluruh dunia saat ini mencapai hampir 60 juta orang dengan puluhan bahkan ratusan juta lainnya yang pernah ikut dalam kegiatan kepanduan, menyebabkan tak sedikit pula yang hobi mengoleksi benda memorabilia kepanduan.

Baca Juga: Siham Buktikan Disabilitas Bukan Halangan Kuliah

Untuk mereka dan para calon kolektor itu, kini terbit sebuah buku. Berjudul Cari, Kumpulkan, dan Lestarikan, buku dengan ISBN 978-634-04-6371-2 tersebut baru saja diterbitkan di Jakarta.

Buku karya Berthold DH Sinaulan atau akrab dipanggil Kak Be itu diterbitkan oleh Perkumpulan Kolektor Memorabilia Kepanduan Indonesia, yang dalam Bahasa Inggris dinamakan Indonesia Scout Collectors Society (ISCS). Suatu wadah perkumpulan komunitas para kolektor memorabilia kepanduan di Indonesia yang didirikan di Jakarta pada 20 Mei 2024.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UGM Turut Bantu Pemulihan Penyintas Bencana di Aceh

Buku tersebut, berisikan panduan untuk mengoleksi berbagai memorabilia atau benda kenangan yang terkait dengan gerakan pendidikan kepanduan, yang di Indonesia sekarang bernama Gerakan Pramuka.

Dicetak full colour (seluruh halaman berwarna), buku setebal 63 halaman isi dengan 9 halaman pendahuluan, merupakan karya Kak Be kesekian untuk buku-buku dengan tema kepanduan atau kepramukaan.

Baca Juga: IHSG Anjlok Usai MSCI, Alarm Keras Tata Kelola Bursa Indonesia

Sejak dimulainya gerakan kepanduan di dunia pada 1907 dan masuk ke Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia-Belanda pada 1912, organisasi pendidikan nonformal itu telah berkembang dengan pesat. Saat ini dari hampir 60 juta pandu di seluruh dunia, tercatat sekitar 25 juta anggota Gerakan Pramuka atau 40 persen lebih dari jumlah keseluruhan pandu di dunia.

 

Gerakan pendidikan nonformal yang telah berusia lebih dari seratus tahun itu, telah meninggalkan jejak sejarah yang cukup panjang.

Termasuk keberadaan berbagai pernak-perniknya, mulai dari seragam dan tanda-tandanya, kartu anggota, sertifikat, pin (lambang dari logam atau plastik), badge (lambang dari kain), buku, majalah, sampai beragam koleksi benda filateli (prangko dan benda pos lainnya), numismatik (mata uang dan medali), dan bahkan kartu-kartu telepon yang desain gambarnya dengan tema kepanduan.

Baca Juga: Pertamina Perkuat Budaya Manajemen Risiko melalui MWT di Fuel Terminal Luwuk

Halaman:

Editor: Bangun P Lubis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:47 WIB
X