UHC Kota Semarang Hampir Sempurna, 99,87 Persen Warga Kini Terlindungi Jaminan Kesehatan

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 26 Januari 2026 | 22:17 WIB

 

Semarang, SUARA PEMBARUAN  – Program Universal Health Coverage (UHC) menjadi fondasi utama Pemerintah Kota Semarang dalam memastikan seluruh warganya memperoleh akses pelayanan kesehatan secara adil dan menyeluruh. Melalui skema ini, masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan berkualitas tanpa terkendala persoalan biaya.Baca Juga: Bank Indonesia Dorong Tempat-tempat Wisata di Bengkulu Gunakan Transaksi Keuangan Digital

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy, menyampaikan bahwa hingga Januari 2026, capaian UHC di Kota Semarang telah mencapai 99,87 persen, dengan tingkat keaktifan peserta 86,36 persen.

“Capaian ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kota Semarang dalam membangun sistem UHC, sehingga seluruh masyarakat dapat memperoleh perlindungan jaminan kesehatan,” ujar Sari, Senin (26/1).Baca Juga: Pemprov Jatim Kembangkan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan

Ia menegaskan, komitmen pemerintah daerah memegang peran penting dalam memperluas kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya melalui pembiayaan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dialokasikan dari APBD.

Ke depan, BPJS Kesehatan bersama pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan cakupan UHC, terutama dari sisi keaktifan peserta JKN, agar perlindungan kesehatan dapat tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.Baca Juga: Poktan Niti Utomo Desa Bolo Madiun Siap Produksi Pupuk Organik Besutan UPPO

Sari juga berharap kolaborasi antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan terus diperkuat agar pelayanan kesehatan di Kota Semarang berjalan optimal dan berkelanjutan.

Manfaat UHC dirasakan langsung oleh masyarakat, salah satunya Adelina Puspitasari (30), warga Kecamatan Semarang Barat, yang telah menjalani perawatan talasemia sejak usia sembilan tahun.Baca Juga: Lantik Panitia PTSL 2026, Bupati Gowa Tekankan Bekerja Secara Profesional dan Jaga Kepercayaan Publik

Adelina mengisahkan bahwa sejak kecil dirinya kerap mengalami tubuh lemas, wajah pucat, dan anemia. Setelah menjalani pemeriksaan darah, kadar hemoglobin dalam tubuhnya sempat berada di angka empat dan ia didiagnosis menderita talasemia.

“Sejak itu saya harus rutin menjalani transfusi darah setiap dua minggu sekali,” ungkapnya.Baca Juga: Dosen UGM Kembangkan Nanosilika dari Limbah Panas Bumi Sebuah Terobosan Teknologi Di Dunia Pertanian

Terdaftar sebagai peserta UHC membuat Adelina merasa lebih tenang karena tidak perlu memikirkan biaya pengobatan yang besar. Ia mengaku sulit membayangkan beban finansial yang harus ditanggung jika tidak terlindungi program tersebut.

“Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan. Program UHC sangat membantu saya dan semoga ke depannya bisa terus menolong lebih banyak orang,” tambah Adelina.Baca Juga: Poktan Niti Utomo Desa Bolo Madiun Siap Produksi Pupuk Organik Besutan UPPO

Program UHC menjadi wujud nyata semangat gotong royong antara BPJS Kesehatan dan pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang setara demi terciptanya masyarakat Kota Semarang yang sehat dan sejahtera.*Baca Juga: Bank Indonesia Dorong Tempat-tempat Wisata di Bengkulu Gunakan Transaksi Keuangan Digital

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:47 WIB
X