Pemprov Jatim Kembangkan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan

Photo Author
Teguh LR, Suara Pembaruan
- Senin, 26 Januari 2026 | 21:58 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung tabur benih dan. panen ikan. Agenda ini diikuti guru dan siswa secara daring dan luring se Jawa Timur dipusatkan di Kabupaten Kediri. (Ist)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung tabur benih dan. panen ikan. Agenda ini diikuti guru dan siswa secara daring dan luring se Jawa Timur dipusatkan di Kabupaten Kediri. (Ist)

Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Pemerintah Provinsi Jawa Timur, mengembangkan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP), sebagai model pendidikan kontekstual dan berkelanjutan.

Melalui program ini, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai ruang transfer ilmu pengetahuan. Tetapi juga sebagai ruang praktik, pembentukan karakter, serta laboratorium sosial yang melatih kemandirian dan kepedulian peserta didik terhadap isu ketahanan pangan.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan hal itu saat memimpin langsung kegiatan penanaman ragam tanaman produktif, penaburan benih ikan, dan panen serentak bersama 110.481 guru dan murid SMA, SMK, serta SLB negeri dan swasta se-Jawa Timur, yang dipusatkan di SMKN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Minggu (25/1/2026).

“Sekolah harus menjadi ruang belajar yang hidup. Anak-anak belajar teori sekaligus praktik menanam, merawat, memanen, dan mengelola hasilnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai dalam laporannya mengatakan, hingga saat ini sebanyak 754 sekolah negeri dan swasta, baik SMA, SMK, maupun SLB, telah mengikuti Program SIKAP dari total sekitar 4.300 sekolah di Jatim.

Menurutnya, partisipasi tersebut luar biasa, mengingat sebagian sekolah memiliki keterbatasan lahan. Keterbatasan tersebut disiasati dengan optimalisasi lahan. Sekolah yang tidak memiliki lahan luas mengikuti program ini melalui sistem hidroponik. Sedangkan jenis tanaman yang dikembangkan disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik wilayah masing-masing.

“Hasil tanaman dapat dibeli oleh guru maupun siswa sendiri sehingga tercipta ekosistem saling mendukung antar sekolah,” tambahnya.

Rekor Muri

Dalam kegiatan yang dipimpin Gubernur Khofifah, diikuti secara luring 500 peserta di lokasi utama dan secara daring oleh 109.981 guru dan murid dari 754 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di seluruh Jawa Timur.

Kegiatan yang merupakan implementasi program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan secara masif ini sekaligus mengantarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih dua penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Rekor MURI pertama diberikan sebagai Pelopor dan Pelaksana Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan Terbanyak pada Satuan Pendidikan yaitu sebanyak 754 sekolah baik SMA, SMK dan SLB Negeri dan Swasta se-Jatim.

Kedua, Pemrakarsa Gerakan Penanaman Ragam Tanaman Produktif dan Penaburan Benih Ikan Serentak Terbanyak oleh 110.481 Guru dan Murid SMA, SMK dan SLB Negeri/Swasta.

Editor: Fuska Sani Evani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X