Surabaya, SUARA PEMBARUAN – Konsul Jendral Republik Rakyat Tiongkok (Konjen RRT), Ye Su, mengatakan. Tiongkok terbuka untuk memperluas kerja sama, baik melalui beasiswa, pelatihan, maupun kolaborasi di bidang manufaktur dan perdagangan.
Ia juga menilai kesiapan ekosistem pendidikan, dukungan terhadap pengembangan industri manufaktur, serta potensi ekspor Jatim sebagai fondasi kuat untuk mempererat kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan antara Tiongkok dan Jatim.
Hal tersebut disampaikan Ye Su, saat menerima kunjungan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di Kediaman Konjen RRT Surabaya. Gubernur hadir memenuhi undangan Konjen.
Menurut Ye Su, Menurutnya, langkah-langkah yang dilakukan Jatim menunjukkan keseriusan dalam menyiapkan SDM dan memperluas peluang kolaborasi internasional.
Sarang Walet
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Khofifah dan Konjen Ye Su banyak membahas penguatan kerja sama antara Pemerintah RRT dan Indonesia khususnya Jatim.
Beberapa poin yang dibahas diantaranya adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui beasiswa bagi pelajar dan pelatihan guru SMK, kerjasama bidang manufaktur serta potensi ekspor sarang walet ke Tiongkok.
Sementara untuk ekspor, salah satu komoditas unggulan yang dibahas adalah ekspor sarang burung walet ke Tiongkok.
Provinsi Jatim memiliki potensi besar dalam komoditas tersebut sehingga ia mendorong peningkatan kualitas serta pemenuhan standar ekspor internasional.
"Sarang burung walet adalah peluang besar bagi Jawa Timur. Dengan standar yang tepat dan kerja sama yang kuat, kami optimistis ekspor ke Tiongkok dapat terus ditingkatkan. Karena memang selama ini ada aturan karantina," ucapnya.
Artikel Terkait
OJK Jateng Dorong Inklusi dan Pendidikan Setara
SMA Global Darussalam Academy Yogyakarta Tawarkan Pendidikan Internasional Berbasis Nilai Islam
PMI Siapkan Bantuan Pendidikan dan Rehabilitasi