Cegah Penyakit Kronis Sejak Dini, BPJS Kesehatan Wajibkan Skrining via Mobile JKN

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 15 Januari 2026 | 19:11 WIB
Peserta JKN melakukan Skrining Riwayat Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN sebagai langkah deteksi dini risiko penyakit kronis.
Peserta JKN melakukan Skrining Riwayat Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN sebagai langkah deteksi dini risiko penyakit kronis.

 


Semarang, SUARA PEMBARUAN  – BPJS Kesehatan terus memperkuat upaya pencegahan penyakit kronis dengan mewajibkan seluruh peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melakukan Skrining Riwayat Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN.Baca Juga: Mengenal Sosok Toton Caribo yang Meriahkan Drawing Piala AFF 2026

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy, menjelaskan bahwa skrining ini wajib diikuti peserta JKN berusia 15 tahun ke atas dan dilakukan minimal satu kali dalam setahun. Untuk memudahkan, ia menyarankan skrining dilakukan secara rutin di awal tahun.

Menurut Sari, Program JKN tidak hanya berfokus pada layanan kuratif dan rehabilitatif, tetapi juga mengedepankan upaya promotif dan preventif. Melalui skrining ini, potensi risiko penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, kanker, penyakit jantung, hingga stroke dapat terdeteksi lebih dini.Baca Juga: 19 Jembatan Merah Putih Presisi Diresmikan Serentak di Klaten, Wujud Sinergi untuk Kemudahan Masyarakat

Data BPJS Kesehatan Cabang Semarang mencatat, sepanjang 2025, sebanyak 1.245.525 peserta di Kota Semarang dan Kabupaten Demak telah mengisi skrining, baik melalui Mobile JKN, Web Skrining, layanan Pandawa, maupun saat berkunjung ke FKTP.

Hasil skrining tersebut menjaring berbagai risiko penyakit, antara lain anemia, diabetes melitus, hepatitis B dan C, hipertensi, berbagai jenis kanker, PPOK, TBC, hingga thalasemia. Peserta dengan risiko tertentu akan diarahkan untuk konsultasi dan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan.Baca Juga: Seungkwan SEVENTEEN Donasikan 10 Juta Won untuk Hewan Penampungan Jeju Hallim

“Deteksi dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan sejak awal dan mencegah komplikasi yang lebih serius,” tegas Sari.

Salah satu peserta JKN, Dewi Kurniasari (40), mengaku merasakan langsung manfaat skrining. Setelah mengisi 49 pertanyaan di Aplikasi Mobile JKN, ia mendapatkan gambaran kondisi kesehatannya secara real time.Baca Juga: “TASKAREE” Film Thriller Terbaru Neeraj Pandey Siap Menggebrak Netflix, Tayang 14 Januari 2026

“Hasilnya menunjukkan risiko tinggi diabetes melitus dan hipertensi. Dari situ saya disarankan menerapkan pola hidup sehat dan memeriksakan diri ke faskes,” ujarnya.

Dewi menilai skrining ini sangat membantu karena membuatnya lebih sadar akan kondisi tubuh dan memungkinkan penanganan lebih dini. Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak menunda skrining. “Selagi masih sehat, lebih baik mencegah daripada mengobati,” tutupnya.Baca Juga: Ajukan Keringanan Usai Perkosa Ibu Mertua dan Adik Ipar, Pria di Korea Tuai Amarah Publik



Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:47 WIB
X