Hasil survei efektivitas sosialisasi tahun 2024 menunjukkan perlunya peningkatan dalam hal waktu, tempat, dan frekuensi kegiatan pemberian informasi langsung, terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang masih minim akses terhadap informasi akurat tentang JKN.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy, menegaskan pentingnya sinergi dengan tokoh masyarakat setempat yang memahami konteks lokal agar pesan program JKN tersampaikan dengan lebih efektif.
“Melalui Garda JKN, kami berharap kolaborasi dan kemitraan dengan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan dapat memperluas jangkauan informasi. Garda JKN diharapkan menjadi titik layanan pertama bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dan pendampingan terkait program JKN,” tutupnya.*
Artikel Terkait
Berkat JKN, Dedi Ojol asal Mranggen Bisa Tenang Dampingi Orang Tuanya Jalani Pengobatan Jantung
Siswa SMAN 4 Semarang Raih Gelar Duta Muda BPJS Kesehatan, Siap Gaungkan Edukasi JKN ke Generasi Milenial
Kolaborasi untuk Sehat, Pemkab Demak Dorong Perusahaan Salurkan Dana CSR ke Program JKN
RSJD Dr. Amino Gondohutomo Raih Peringkat Pertama Nasional sebagai Rumah Sakit Khusus Berkomitmen dalam Layanan JKN
110 Badan Usaha Terima Satya JKN Award 2025