Perkuat Pemahaman Publik, Garda JKN Hadir Sebagai Agen Perubahan di Lapangan

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 27 Oktober 2025 | 17:05 WIB
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Sari Quratul Ainy

 


Semarang, SUARA PEMBARUAN - BPJS Kesehatan Cabang Semarang terus memperkuat penyebaran informasi langsung yang akurat dan menyeluruh kepada masyarakat mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui inisiatif Gerakan Terdepan JKN (Garda JKN).

Program ini menghadirkan relawan terlatih yang menjadi ujung tombak dalam mendampingi masyarakat, sekaligus berperan sebagai agen perubahan dan penyambung informasi JKN di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, BPJS Kesehatan berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Agama Kota Semarang, serta Dinas Sosial Kota Semarang.

Sebanyak 50 penyuluh agama, 45 kader kesehatan, dan 81 pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dilibatkan untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat peran relawan dalam mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan nasional sebagaimana tercantum dalam RPJMN 2025–2030.

Asisten Deputi Jaminan Sosial Kemenko PMK, Kurnia Listiyarini, menegaskan bahwa kehadiran relawan Garda JKN merupakan bentuk nyata kepedulian untuk membantu masyarakat memperoleh informasi dan akses layanan kesehatan. Ia menekankan pentingnya peran para relawan sebagai influencer sosial yang mendorong masyarakat hidup sehat tanpa terbebani biaya besar.

“Hadirnya Garda JKN memperkuat literasi masyarakat tentang program JKN, sehingga akses terhadap layanan kesehatan yang adil dan merata bisa semakin luas,” ujarnya.

Cakupan kepesertaan JKN di Jawa Tengah kini telah mendekati Universal Health Coverage (UHC), yakni mencapai 98–99% dari total populasi—sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.

Meski demikian, masih terdapat berbagai tantangan seperti rendahnya pemahaman masyarakat tentang manfaat dan mekanisme JKN, kesalahpahaman terkait kewajiban kepesertaan, serta keterbatasan informasi di tingkat komunitas.

Menjawab tantangan itu, berbagai program edukatif terus digencarkan. Di Kota Semarang, misalnya, BPJS Kesehatan mengadakan sosialisasi ke sekolah dan komunitas.

Melalui pelatihan ini, relawan Garda JKN dibekali kemampuan untuk menjadi pelatih di wilayah masing-masing, sehingga mampu menjembatani kebijakan dengan praktik di lapangan—mulai dari menjelaskan manfaat JKN, membantu pendaftaran, memverifikasi data, hingga memfasilitasi akses layanan bagi keluarga rentan.

Kepala Bidang Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Semarang Primasari Yuswardhani Suryaningtyas mengibaratkan sistem jaminan sosial sebagai atap besar rumah yang melindungi penghuninya.

“Relawan Garda JKN adalah tiang-tiang penyangga yang menjaga rumah perlindungan itu tetap kokoh. Tanpa relawan yang berdaya, semangat JKN sebagai wujud keadilan sosial dan gotong royong bisa runtuh,” katanya.

Ia menambahkan, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari rasa aman sosial, ketenangan saat sakit, serta keyakinan bahwa negara hadir untuk melindungi warganya.

“JKN adalah jembatan antara cita-cita dan kenyataan. Di sinilah relawan Garda JKN berperan penting, bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga penggerak semangat gotong royong,” tambahnya.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X