Sebelumnya, Forum Jaminan Sosial (Jamsos) Pekerja dan Buruh yang merupakan aliansi lintas serikat pekerja tingkat nasional juga menyatakan sikap menolak rencana penghapusan sistem kelas dalam layanan JKN.
Koordinator forum, Jusuf Rizal, menegaskan bahwa selama ini tidak ada keluhan dari pekerja soal sistem kelas yang berlaku.Baca Juga: Dedi Mulyadi Rayakan Kemenangan Persib dan Targetkan Maung Bandung Jagoan Asia
“Kalau sistem baru malah mempersempit akses dan menurunkan kualitas, kami jelas tidak setuju. Penurunan menjadi empat tempat tidur dalam satu ruang bukan solusi, justru kemunduran,” tegasnya.
Penolakan berbagai elemen masyarakat ini memperkuat desakan agar pemerintah melakukan kajian ulang terhadap kebijakan KRIS. Mereka menuntut agar perubahan sistem kesehatan tetap menjamin keadilan dan tidak menambah beban peserta JKN, terutama dari kelompok rentan.*Baca Juga: Polda Bengkulu Berikan Layanan Trauma Healing Bagi Korban Gempa
Artikel Terkait
Berkat Program JKN, Erna Tak Lagi Memikirkan Biaya Cuci Darah
Awali 2025, BPJS Kesehatan Sosialisasikan Program JKN ke MAN 2 Kota Semarang
Komitmen BPJS Kesehatan, Sediakan Akses Layanan JKN Tetap Beroperasi Selama Libur Lebaran 2025
Pastikan Kualitas Layanan Program JKN, Dirut BPJS Kesehatan Tinjau Langsung Layanan JKN di RS Hermina Banyumanik Semarang
Forum Pekerja Tolak Sistem KRIS Tunggal: Khawatir Kualitas Layanan JKN Menurun