KRIS Dinilai Rugikan Peserta JKN, Buruh dan Aktivis Konsumen Minta Pemerintah Tinjau Ulang

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 26 Mei 2025 | 09:37 WIB
Ilustrasi pasien Psereta JKN di rumah sakit.  (SP/istimewa)
Ilustrasi pasien Psereta JKN di rumah sakit. (SP/istimewa)

Sebelumnya, Forum Jaminan Sosial (Jamsos) Pekerja dan Buruh yang merupakan aliansi lintas serikat pekerja tingkat nasional juga menyatakan sikap menolak rencana penghapusan sistem kelas dalam layanan JKN.

Koordinator forum, Jusuf Rizal, menegaskan bahwa selama ini tidak ada keluhan dari pekerja soal sistem kelas yang berlaku.Baca Juga: Dedi Mulyadi Rayakan Kemenangan Persib dan Targetkan Maung Bandung Jagoan Asia

“Kalau sistem baru malah mempersempit akses dan menurunkan kualitas, kami jelas tidak setuju. Penurunan menjadi empat tempat tidur dalam satu ruang bukan solusi, justru kemunduran,” tegasnya.

Penolakan berbagai elemen masyarakat ini memperkuat desakan agar pemerintah melakukan kajian ulang terhadap kebijakan KRIS. Mereka menuntut agar perubahan sistem kesehatan tetap menjamin keadilan dan tidak menambah beban peserta JKN, terutama dari kelompok rentan.*Baca Juga: Polda Bengkulu Berikan Layanan Trauma Healing Bagi Korban Gempa

 

 

 

 

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:47 WIB
X