Berkat Program JKN, Erna Tak Lagi Memikirkan Biaya Cuci Darah

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 10 Desember 2024 | 10:59 WIB
Erna saat menjalani cuci darah di rumah sakit.
Erna saat menjalani cuci darah di rumah sakit.


Semarang, SUARA PEMBARUAN - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) benyak memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat Indonesia.


Komitmen dan Transformasi Mutu Layanan hadir dalam memberikan pelayanan terbaik serta senantiasa menyuguhkan berbagai kemudahan kepada para peserta Program JKN dalam mengakses pelayanan hingga saat ini.Baca Juga: Bakamla RI dan Pemprov Bengkulu Tandatangani NPHD Hibah Lahan


Erna Gayatri (58) warga Plombokan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, membagikan ceritanya menggunakan layanan JKN saat cuci darah yang telah dijalaninya kurang lebih sekitar lima tahun ini.


Selalu ditemani sang suami, membuat rasa lelahnya tak terasa saat menyambangi klinik ginjal untuk melakukan cuci darah. Terlebih biaya yang dikeluarkan tidak terlalu banyak karena Program JKN, membuatnya selalu semangat dalam menjalani kesehariannya.Baca Juga: RK-Suswono Merapat ke MK, Siapkan Bukti Gugatan Pilkada DKI Jakarta 2024


“Saya mempunyai usaha katering rumahan, dimana setiap hari saya selalu bergelut dengan hawa panas di dapur pada saat memasak. Mungkin tanpa saya sadari saya memiliki kebiasaan buruk seperti menikmati minuman kemasan setiap harinya untuk menyegarkan diri,” ucapnya Erna, Selasa (10/12).


Akibat kebiasaan buruknya tersebut, lambat laun Erna mulai merasakan mual dan muntah disertai rasa lemas di sekujur tubuhnya. Terlebih lagi ia memiliki riwayat hipertensi yang tak tertangani dengan baik, sehingga memperburuk keadaan tubuhnya pada saat itu. Tak jarang tensinya mencapai angka 200 membuat ia merasakan pusing tak tertahankan.Baca Juga: Prestasi Penghujung Tahun 2024, Universitas Bengkulu Tambah Lima Guru Besar


Karena semakin terganggu dan tidak kuat dengan rasa sakit itu, tanpa pikir panjang ia memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar. Sesampainya di FKTP ia langsung diberikan rujukan oleh dokter untuk menuju Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL).


Pemeriksaan di FKRTL dilanjutkan dengan melakukan cek laboratorium. Kaget dan seakan tak percaya, ditemukan adanya kandungan kreatin dalam tubuh yang mencapai angka 17 yang membuatnya tak terhindarkan dari vonis gagal ginjal.Baca Juga: Isu Partai Coklat Blunder Politik Bunuh Diri


“Pastinya sedih saat terkena vonis harus cuci darah. awalnya saya dan keluarga menolak untuk dilakukan cuci darah dan ingin memilih cara lain. Namun akhirnya saya mengiyakan perkataan dokter karena sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit di sekujur tubuh” ujar Erna.


Sebagai tulang punggung keluarga, sempat terbesit dalam pikirannya tentang biaya pengobatan yang tak sedikit membuatnya agak ragu bagaimana menjalani cuci darah kedepannya. Baca Juga: Putusan Sidang Kode Etik: Aipda Robig Zaenudin Dipecat!


Namun setelah diketahui bahwa dirinya terdaftar sebagai peserta Program JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri membuatnya dapat tersenyum lebar karena tidak khawatir dengan biaya yang tinggi.


“Saya menjalani cuci darah seminggu dua kali setiap hari Senin dan Kamis. Saat ini, sudah hampir lima tahun saya harus bolak-balik ke klinik ginjal untuk cuci darah. Alhamdulillah, saya merasa bersyukur sudah terdaftar sebagai peserta program JKN” tambahnya.Baca Juga: Taruna Ikrar Buka Ruang Mahasiswa Belajar Riset Inovasi di BPOM, MoU 19 PT


Program JKN ini bak angin segar bagi diri Erna, tak ada perbedaan sama sekali dengan peserta-peserta lainnya. Ia merasa kagum dengan berbagai kemudahan dari program JKN dan merasakan pelayanan yang sangat baik pada saat pemeriksaan, tindakan, maupun pemberian obat saat di FKTP maupun di FKRTL.


“Sangat terbantu sekali dengan adanya program JKN. kalau tidak ada program JKN entah bagaimana dan pastinya biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, apalagi untuk pekerja seperti saya pastinya terasa berat” ungkapnya bahagia sembari mengangkat jempolnya.Baca Juga: Sandra Dewi Absen di Sidang Lanjutan Korupsi Harvey Moeis, Hanya Memantau dari Rumah

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

GMTD Perkuat Peran Kader Posyandu di Makassar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:47 WIB
X