Irwan Hidayat Ajak Semua Kalangan Nabung Saham, dari Karyawan hingga ART

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 30 Maret 2026 | 18:09 WIB
Irwan Hidayat saat memberikan sosialisasi tentang pentingnya menabung saham kepada para karyawannya, Senin (30/3/2026). (SP/Stefy Thenu)
Irwan Hidayat saat memberikan sosialisasi tentang pentingnya menabung saham kepada para karyawannya, Senin (30/3/2026). (SP/Stefy Thenu)


Semarang, SUARA PEMBARUAN - Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, DR (HC) Irwan Hidayat, mengungkap ide sederhana yang memicu kampanyenya soal kebiasaan menabung saham. Inspirasi itu justru datang dari momen Lebaran di rumahnya.Baca Juga: Produk Jamunya Diserang Netizen, Bos Sido Muncul Pilih Edukasi Ketimbang Lapor Polisi

“Waktu Lebaran, pembantu saya pulang dan minta uang. Saya jadi kepikiran, uang itu nganggur setahun, kenapa nggak ditabung di saham,” ujarnya, di sela-sela sosialisasi menabung saham kepada perwakilan karyawan Sido Muncul, di Agrowisata Sido Muncul, Kabupaten Semarang, Senin (30/3/2026).

Dari situ, Irwan mulai menyadari bahwa kebiasaan masyarakat Indonesia masih bertumpu pada tabungan konvensional. Padahal, menurutnya, potensi pengembangan nilai uang jauh lebih besar jika dialihkan ke saham.Baca Juga: Penuh Duka, Kabid Humas Polda Papua Pimpin Penghormatan Terakhir untuk Istri Iptu Syamsuddin Lie”

“Kita ini nabung tiap bulan, seratus ribu, dua ratus ribu, ada yang sejuta. Tapi ditaruh di bank, bunganya paling satu persen,” katanya.

Ia menegaskan bukan berarti perbankan buruk, namun ada alternatif yang dinilai lebih menguntungkan dalam jangka panjang.

“Saya nggak bilang bank jelek, tapi saya punya ide: menabunglah dalam bentuk saham,” tegasnya.Baca Juga: Prabowo Subianto Bikin Gebrakan Lebaran! Monas Disulap Jadi Pesta Rakyat, Ratusan Ribu Warga Tumpah

Irwan juga membandingkan tingkat partisipasi masyarakat Indonesia dengan negara maju. Ia menyebut hanya sekitar 3–4 persen masyarakat Indonesia yang pernah membeli saham.

“Di Amerika itu 62 persen penduduknya investasi di saham. Di kita masih kecil sekali,” ungkapnya.Baca Juga: Imbauan Bahlil Lahadalia Viral! Netizen Ikut Sadar Hemat LPG, Kompor Tak Lagi Dibiarkan Nyala

Karena itu, ia ingin mengubah pola pikir masyarakat dengan pendekatan yang lebih sederhana.

“Diksinya jangan investasi, tapi menabung saham. Dibeli, disimpan, didiemin saja,” jelasnya.

Ia mencontohkan saham-saham perbankan besar seperti Bank Central Asia, Bank Rakyat Indonesia, dan Bank Mandiri sebagai pilihan yang memiliki rekam jejak baik.Baca Juga: Pertamina Pastikan Kesiapan Energi dan Layanan SPBU Hadapi Arus Balik Lebaran

“Itu sudah puluhan tahun terbukti, dividennya bagus, perusahaannya berkembang,” katanya.

Tak hanya berbicara, Irwan langsung menerapkan gagasan ini di internal perusahaan. Ia mengaku ingin memberi contoh nyata, bukan sekadar teori.Baca Juga: Kurangi Risiko Longsor : Khofifah Dorong Perum Perhutani Optimalkan Tanaman Pohon Aren

“Karyawan saya ada 4.000 orang, yang punya saham cuma 30 orang. Saya ingin ngajarin dengan praktik, dimulai dari karyawan sendiri,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X