Produk Jamunya Diserang Netizen, Bos Sido Muncul Pilih Edukasi Ketimbang Lapor Polisi

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 30 Maret 2026 | 17:36 WIB
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menunjukkan packaging baru produk Tolak Angin.
Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat menunjukkan packaging baru produk Tolak Angin.

Menurut Irwan, setiap muncul unggahan negatif terkait produk seperti Tolak Angin, pihaknya selalu melakukan penelusuran lebih dulu.

“Setelah ditelusuri, ternyata banyak yang hanya ikut-ikutan repost tanpa memahami dampaknya,” ujarnya saat ditemui di Agrowisata Sido Muncul, Bergas, Kabupaten Semarang, Senin (30/3/2026).Baca Juga: Diskon Tarif Dorong Ekonomi Daerah Tujuan Mudik

Dari hasil penelusuran tersebut, Irwan menemukan bahwa sebagian besar pelaku bukanlah pihak yang memiliki kepentingan tertentu. Mereka hanya ingin menarik perhatian di media sosial.

“Mereka tidak tahu dan tidak berpikir panjang soal efek postingannya,” katanya.Baca Juga: Tuntut Pembayaran # Bulan Gaji dan Hak Kesehatan, Ratusan Karyawan Geruduk Pabrik CV EBPS

Ia bahkan mengungkapkan bahwa beberapa dari mereka merupakan konsumen setia produk Sido Muncul. Fenomena ini dinilai menunjukkan rendahnya kesadaran masyarakat dalam bermedia sosial.

Meski unggahan negatif berpotensi merugikan perusahaan, Irwan tetap memilih pendekatan yang lebih humanis. Ia mengaku lebih memilih berdialog langsung dibandingkan melaporkan ke aparat penegak hukum.Baca Juga: Ribuan PPPK Terancam Diberhentikan, Pakar UGM Desak Pemda Buka Ruang Dialog

“Saya malah kasihan, karena yang dicari hanya ketenaran. Kalau dibawa ke hukum, malah tambah susah,” ungkapnya.

Irwan juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama saat membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kalau tidak tahu, sebaiknya tidak usah posting. Kalau sudah terlanjur, lebih baik dihapus,” tegasnya.Baca Juga: Pertamina Tindaklanjuti Pelanggaran Keselamatan di Area SPBU, Tegaskan Komitmen HSSE

Menurutnya, edukasi menjadi kunci utama dalam menjaga reputasi perusahaan sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat. Pendekatan komunikasi dinilai mampu meredam konflik tanpa harus memperpanjang persoalan di ranah hukum.*Baca Juga: Gubernur Helmi Hasan Bantu Korban Kebakaran di Kota Bengkulu

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X