Jateng Bidik Relokasi Industri dari Vietnam, Luthfi Dorong Penguatan Pelabuhan dan Akses Pasar Global

Photo Author
Gregorius Steven, Suara Pembaruan
- Rabu, 1 Juli 2026 | 19:38 WIB
Gubernur Ahmad Luthfi menggandeng BKSAP DPR RI untuk memperkuat investasi, logistik, dan membuka pasar ekspor Jawa Tengah. (SP/Gregorius Steven)
Gubernur Ahmad Luthfi menggandeng BKSAP DPR RI untuk memperkuat investasi, logistik, dan membuka pasar ekspor Jawa Tengah. (SP/Gregorius Steven)

 

Semarang, SUARA PEMBARUAN  – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat langkah untuk menjadikan daerahnya sebagai pusat industri padat karya baru di Indonesia. Salah satu strategi yang ditempuh adalah menggandeng Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI guna memperluas akses pasar internasional sekaligus memperkuat infrastruktur logistik sebagai penopang investasi.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan kerja BKSAP DPR RI di Kota Semarang, Rabu (1/7/2026).

Luthfi mengatakan Jawa Tengah kini menjadi salah satu daerah tujuan utama investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Pemerintah provinsi pun tengah mempersiapkan berbagai fasilitas guna menangkap peluang relokasi industri padat karya dari Vietnam.

"Di Vietnam sudah mulai penuh. Ada investor yang akan menarik beberapa industri padat karya dari Vietnam ke Jawa Tengah," ujar Luthfi.

Menurutnya, peluang tersebut perlu didukung melalui diplomasi ekonomi, termasuk memanfaatkan jaringan internasional yang dimiliki BKSAP DPR RI untuk memperkenalkan potensi investasi Jawa Tengah kepada berbagai negara.

Selain menarik investasi, Luthfi menilai penguatan sektor logistik menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Ia mengungkapkan kebutuhan arus logistik kontainer nasional mencapai sekitar 10 juta kontainer per tahun, dengan sekitar 7 juta di antaranya berasal dari Jawa Tengah.

Namun, kapasitas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang saat ini baru mampu melayani sekitar 30 persen arus kontainer dari Jawa Tengah. Sisanya masih bergantung pada pelabuhan di Jakarta maupun Jawa Timur.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Luthfi mendorong percepatan revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas sekaligus membuka peluang pengembangan pelabuhan baru di sejumlah wilayah pesisir.

"Kalau memungkinkan dibuka pelabuhan di Kendal, Batang, Rembang maupun Cilacap. Jika belum memungkinkan, kami menyiapkan dry port di Kendal dan Batang sebagai solusi sementara," katanya.

Ia menilai penguatan jaringan pelabuhan dan distribusi logistik akan meningkatkan efisiensi biaya transportasi sekaligus memperbesar daya saing Jawa Tengah dalam menarik investor.

Luthfi juga memaparkan kinerja investasi daerah yang terus menunjukkan tren positif. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai sekitar Rp23 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 92 ribu orang.

Sementara sepanjang 2025, nilai investasi berhasil menembus Rp110 triliun dan menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 274 ribu orang.

"Di tengah keterbatasan fiskal dan dinamika geopolitik global, kita harus mampu menjual potensi Jawa Tengah agar semakin banyak investasi yang masuk," ujarnya.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X