Laba SIG Melejit di Tengah Tekanan Industri Semen, Ekspor Jadi Andalan Baru

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 7 Mei 2026 | 17:53 WIB
Pabrik semen terintegrasi milik SIG Group di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Pabrik semen terintegrasi milik SIG Group di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

 



Jakarta, SUARA PEMBARUAN  – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG)
mulai memetik hasil dari strategi transformasi bisnis yang dijalankan di tengah ketatnya persaingan industri semen nasional dan tekanan overcapacity pasar domestik.

Pada kuartal I 2026, SIG berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp8,29 triliun atau tumbuh 8,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak signifikan hingga 88,7 persen menjadi Rp80 miliar.

Tak hanya itu, volume penjualan SIG juga meningkat 1,7 persen secara tahunan menjadi 8,71 juta ton.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, capaian tersebut menunjukkan transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan berhasil menjaga ketahanan usaha sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Menurutnya, SIG saat ini tidak hanya fokus menjaga performa jangka pendek, tetapi juga membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan agar mampu bersaing di tengah tantangan industri semen nasional.

Salah satu strategi utama yang kini diperkuat adalah ekspansi pasar ekspor. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan utilisasi pabrik sekaligus membuka peluang pasar baru bagi produk turunan bernilai tambah.

Melalui anak usaha PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Taiheiyo Cement Corporation, SIG telah merampungkan pembangunan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban.

Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026 dan akan menjadi pusat penguatan ekspor SIG ke pasar internasional.

“Rampungnya fasilitas ekspor di Tuban menjadi tonggak penting bagi SIG untuk memperkuat posisi di pasar global. Ekspor akan menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan utilisasi pabrik sekaligus mendukung pertumbuhan profitabilitas perusahaan,” ujar Vita Mahreyni.

Di sisi operasional, SIG juga terus memperkuat transformasi melalui pengelolaan pasar mikro, optimalisasi portofolio produk, hingga efisiensi biaya produksi dan keuangan.

Strategi tersebut dinilai efektif menjaga kinerja perusahaan di tengah kenaikan harga energi dan kondisi pasar domestik yang masih bergerak terbatas pada awal tahun.

Selain mencatat pertumbuhan penjualan domestik sebesar 5,4 persen secara tahunan, SIG juga berhasil menekan biaya keuangan bersih hingga 35,4 persen melalui pengelolaan keuangan yang lebih efisien.

Kinerja ini memperlihatkan kemampuan SIG menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental perusahaan, sekaligus mempertegas transformasi SIG sebagai penyedia solusi bahan bangunan yang semakin kompetitif di tingkat regional.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X