Gaspol Transformasi! SIG Bangkit di Tengah Lesunya Industri Semen

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 17 April 2026 | 19:00 WIB
Pabrik semen terintegrasi milik SIG Group di Tuban, Jawa Timur. (SIG)
Pabrik semen terintegrasi milik SIG Group di Tuban, Jawa Timur. (SIG)

 


Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Menghadapi perlambatan industri sepanjang 2025, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) tidak tinggal diam dan langsung mengambil langkah strategis guna mendorong pertumbuhan. Dalam pemaparan kinerja SIG FY25 (Audited) Results Call di Jakarta pada 13 April 2026, Direktur Utama Indrieffouny Indra mengungkapkan bahwa transformasi yang mulai dijalankan pada paruh kedua 2025 telah memberikan dampak positif.Baca Juga: Autodebet JKN: Anti Lupa, Iuran Aman, Layanan Tetap Jalan!

Ia menjelaskan, sejak Juli 2025 perusahaan menjalankan transformasi bisnis yang menitikberatkan pada tiga fokus utama, yakni penguatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio. Strategi tersebut terbukti mampu mendorong peningkatan kinerja secara bertahap, terutama pada semester II 2025 dengan lonjakan signifikan di kuartal IV.

Di tengah kondisi permintaan semen domestik yang menyusut sekitar 1,5% secara tahunan, penjualan dalam negeri SIG memang ikut tertekan. Namun demikian, perusahaan mampu menunjukkan ketahanan dan bangkit dengan performa yang lebih kuat. Sepanjang 2025, SIG membukukan total volume penjualan mencapai 37,93 juta ton.Baca Juga: NokenKu! OJK Ajak Petani Keerom Ngobrol Keren soal Uang, Biar Tidak Kena Tipu dan Tambah Sejahtera

Perbaikan kinerja terlihat jelas pada kuartal IV 2025, di mana volume penjualan mencapai 10,47 juta ton dan turut mendorong pertumbuhan tahunan sebesar 1,1%. Hasil ini menjadi bukti bahwa strategi transformasi yang dijalankan efektif, khususnya pada pasar dengan tingkat keuntungan lebih tinggi.

Secara keseluruhan, sejak penerapan strategi baru di semester kedua 2025, tren penjualan SIG terus meningkat dari kuartal III ke kuartal IV. Bahkan, pada kuartal IV, penjualan semen kantong tumbuh signifikan sebesar 5,7% secara tahunan, melampaui pertumbuhan pasar yang hanya berada di angka 2%.Baca Juga: Catatan Dibalik Rencana Kereta Api di Tanah Papua: Tidak Ada Perubahan Besar yang Lahir Tanpa Sebuah Mimpi

Selain itu, kinerja ekspor juga menjadi penopang penting di tengah melemahnya pasar domestik. Volume ekspor SIG melonjak 14,9% dibandingkan tahun sebelumnya hingga mencapai sekitar 6,4 juta ton.

Momentum positif ini berlanjut pada awal 2026. Dalam dua bulan pertama, SIG mencatat kenaikan penjualan domestik sebesar 9,7%, dengan kontribusi terbesar dari segmen semen kantong yang tumbuh hingga 14,6%.Baca Juga: Putra-Putri Rejang Kometmen Perkuat Kontribusi Pembangunan di Bengkulu

Indrieffouny menegaskan bahwa capaian awal tahun tersebut menjadi fondasi kuat bagi perusahaan untuk melanjutkan kinerja positif sepanjang 2026. SIG pun optimistis terhadap keberlanjutan transformasi yang mencakup penguatan bisnis inti semen, efisiensi operasional, percepatan pengembangan ekosistem produk turunan dan solusi konstruksi, serta peningkatan tata kelola dan kualitas sumber daya.

Ia menambahkan, perusahaan saat ini berada di jalur yang tepat dan berkomitmen untuk terus menjalankan transformasi secara disiplin dan konsisten demi menciptakan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan pelanggan.Baca Juga: Harga TBS di Bengkulu Bulan April Sebesar Rp 3.463/Kg

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X