Perkuat Rantai Pasok Pangan, OJK Jateng Gandeng TPAKD Dorong Pembiayaan Inklusif

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 10 Juli 2026 | 10:29 WIB
OJK Jateng dan TPAKD perkuat akses keuangan inklusif di Magelang untuk dukung pangan lokal, ekonomi daerah, dan Program MBG.
OJK Jateng dan TPAKD perkuat akses keuangan inklusif di Magelang untuk dukung pangan lokal, ekonomi daerah, dan Program MBG.

Magelang, SUARA PEMBARUAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Tengah memperkuat kolaborasi untuk mendorong pembangunan ekonomi daerah melalui akses keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Langkah ini diwujudkan lewat kegiatan Kolaborasi Literasi dan Inklusi Keuangan (KLIK) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta business matching produk pangan lokal di Kabupaten Magelang, Rabu (8/7).

Mengusung tema “Penguatan Ekosistem Keuangan Inklusif untuk Mendukung Program Pengembangan Ekonomi Daerah dan Program Makan Bergizi Gratis”, kegiatan tersebut menjadi panggung sinergi antara regulator, pemerintah daerah, pelaku jasa keuangan, dan pelaku usaha pangan lokal untuk memperkuat rantai pasok sekaligus memperluas akses pembiayaan sektor produktif.

Dalam agenda itu, juga dilakukan penandatanganan Akta Kesepakatan Bersama Pengembangan Ekosistem Keuangan Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Kabupaten Magelang. Kesepakatan ini menjadi pijakan bersama untuk memperkuat pengembangan ekonomi daerah melalui dukungan pembiayaan, penguatan rantai pasok pangan lokal, serta perluasan akses keuangan bagi sektor-sektor produktif.

Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, menyambut baik kesepakatan tersebut. Menurut dia, kerja sama lintas pihak dibutuhkan agar program pengembangan ekonomi daerah tidak berhenti di level wacana, melainkan berjalan secara terarah dan berkelanjutan.

“Kerja sama ini kami harapkan menjadi fondasi implementasi program yang terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujar Hidayat.

Ia menambahkan, sinergi yang dibangun di Magelang diharapkan menjadi model integrasi antara ekosistem pangan lokal, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), industri jasa keuangan, dan pemerintah daerah. Dengan skema itu, akses keuangan dapat diperluas, ketahanan rantai pasok diperkuat, dan pertumbuhan ekonomi daerah ikut terdorong.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 500 peserta, terdiri atas SPPG se-Kabupaten Magelang, yayasan mitra SPPG, kelompok tani, peternak ayam petelur, pelaku industri jasa keuangan (IJK), pemerintah daerah, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Magelang Nanda Cahyadi Pribadi mewakili Bupati Magelang, Pengarah Bidang Pertanian Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah Sarworini, Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Jawa Tengah 1 Fanny Rifqy El Fuad, Direksi PT BPD Jawa Tengah Mas Waris, serta pimpinan IJK dari Jasindo, Pegadaian, BPR Bank Bapas 69, dan Korea Investment and Sekuritas Indonesia.

Sarworini menilai kolaborasi ini penting untuk menghasilkan langkah nyata dalam memperkuat rantai pasok pangan daerah. Ia berharap upaya tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM, sekaligus menopang keberhasilan Program MBG di Jawa Tengah.

Sementara itu, Nanda Cahyadi Pribadi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Magelang untuk memperkuat ekosistem pangan lokal melalui pemberdayaan petani, peternak, dan pelaku usaha pangan. Pemerintah daerah, kata dia, juga mendorong keterlibatan industri jasa keuangan agar akses pembiayaan dan layanan keuangan formal semakin terbuka bagi pelaku usaha di sektor pangan.

Tak hanya business matching produk pangan lokal, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi mengenai pengelolaan keuangan, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan, pembiayaan, asuransi, hingga investasi legal. Edukasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan komoditas pangan lokal.

Melalui kolaborasi ini, OJK, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan para pemangku kepentingan menegaskan komitmen untuk membangun ekosistem keuangan yang inklusif, memperluas pembiayaan sektor produktif, dan memperkuat rantai pasok pangan lokal. Sinergi itu diharapkan menjadi pengungkit bagi Program Pengembangan Ekonomi Daerah, mendukung keberhasilan MBG, serta memperkokoh Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X