Irwan Hidayat Kampanyekan Gerakan Beli Saham, Potensi Untung Bisa 20% Lebih

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 12 Maret 2026 | 21:35 WIB
Bos Jamu Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat
Bos Jamu Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat

 



Semarang, SUARA PEMBARUAN – Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, mengajak masyarakat Indonesia lebih aktif berinvestasi di pasar saham. Ia menilai jumlah investor domestik saat ini masih sangat kecil dibandingkan potensi ekonomi nasional.Baca Juga: InJourney Siapkan Liburan Seru Lebaran 2026

Menurut Irwan, jumlah investor saham di Indonesia baru sekitar 21 juta orang, angka yang dinilai masih jauh dari ideal jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa.

“Pemain saham di Indonesia baru sekitar 21 juta orang. Itu masih kecil sekali. Padahal kalau mau sukses, marketnya harus besar. Makanya saya sekarang kampanye supaya masyarakat mulai berinvestasi di saham,” kata Irwan.Baca Juga: Mudik Lebaran Bebas Khawatir, Pertamina Siagakan SPBU Modular hingga Motoris BBM di Tol Trans Jawa

Ia menilai rendahnya minat masyarakat berinvestasi saham salah satunya dipicu oleh kekhawatiran akan risiko kerugian. Banyak orang yang merasa kapok karena pernah mengalami kerugian saat bertransaksi saham.

Padahal menurutnya, kesalahan utama bukan pada instrumen saham itu sendiri, melainkan pola pikir investor yang memperlakukan saham seperti permainan jangka pendek.

“Di Indonesia banyak orang bilang rugi karena main saham. Padahal yang benar itu bukan main saham, tapi beli saham. Kalau sering beli lalu cepat dijual lagi, akhirnya banyak yang rugi,” ujarnya.Baca Juga: Sido Muncul Salurkan Bantuan Rp200 Juta untuk 1.000 Dhuafa di Kabupaten Semarang

Irwan menilai investasi saham seharusnya dilakukan dengan pendekatan jangka panjang dan memilih perusahaan yang memiliki kinerja baik serta reputasi kuat.

Keuntungan Saham Dinilai Lebih Tinggi

Ia menjelaskan, potensi keuntungan saham sebenarnya bisa jauh lebih tinggi dibandingkan menyimpan uang di bank dalam bentuk tabungan atau deposito.

Menurutnya, bunga simpanan bank saat ini rata-rata hanya sekitar 2–3 persen per tahun, sementara investasi saham di perusahaan yang sehat berpotensi memberikan imbal hasil jauh lebih besar.Baca Juga: Sekdaprov Bengkulu Sidak RSUD M Yunus, Temukan Tumpukan Sampah, Kamar Mandi Kotor dan Pelayanan Padat

“Kalau di bank mungkin hanya dapat 2 atau 3 persen. Tapi kalau saham bisa sampai 40 persen. Minimal 15 sampai 20 persen kalau perusahaan yang dipilih bagus,” jelasnya.

Irwan mencontohkan sejumlah perusahaan besar yang memiliki rekam jejak kinerja stabil selama bertahun-tahun, seperti Bank Central Asia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, dan Bank Rakyat Indonesia.Baca Juga: Duka di Grasberg: Satu Karyawan Meninggal Ditembak OTK, Di Jayapura Presiden Direktur Tony Wenas Tandatangani MoU UNCEN

Perusahaan-perusahaan dengan reputasi baik dan konsisten mencatat keuntungan, menurutnya, dapat menjadi pilihan investor pemula yang ingin mulai masuk ke pasar saham.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X