Irwan Hidayat : Bakul Jamu Gendong Ujung Tombak Pelestarian Jamu

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 3 Juni 2025 | 12:02 WIB
Direktur PT Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat bersama BPOM Semarang, GP Jamu dan para bakul jamu gendong minum jamu bersama memperingati Hari Jamu Nasional. (SP/Stefy Thenu)
Direktur PT Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat bersama BPOM Semarang, GP Jamu dan para bakul jamu gendong minum jamu bersama memperingati Hari Jamu Nasional. (SP/Stefy Thenu)

 

 

 

 

 


* Hari Jamu Nasional, Sido Muncul Undang 100 Pedagang Jamu untuk Edukasi Produksi Modern dan Aman

Semarang, SUARA PEMBARUAN – Dalam rangka memperingati Hari Jamu Nasional yang jatuh pada 27 Mei, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menggelar kegiatan bertajuk "Ayo Minum Jamu" dengan mengundang 100 pedagang jamu dari Semarang dan Yogyakarta ke pabrik Sido Muncul di kawasan Ungaran, Semarang, Selasa (3/6).Baca Juga: Membuka Lapangan Kerja, Solusi Atasi Pengangguran

Kegiatan ini diawali dengan tur keliling pabrik untuk memperlihatkan proses produksi jamu yang telah menggunakan teknologi modern. Para peserta kemudian mengikuti acara minum jamu bersama di kawasan Agrowisata Sido Muncul yang turut dihadiri oleh Kepala Balai Besar POM Semarang, Lintang Purba Jaya S.Farm., Apt., M.Si., Direktur Eksekutif GP Jamu Jateng Stefanus Handoyo Saputro, dan Direktur PT Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat.Baca Juga: Irwan Hidayat : Bakul Jamu Gendong Ujung Tombak Pelestarian Jamu

“Peringatan Hari Jamu Nasional ini penting karena menunjukkan bahwa jamu sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat. Jamu bukan hanya warisan budaya, tetapi juga potensi besar Indonesia untuk mendunia,” kata Irwan Hidayat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, yang telah menetapkan 27 Mei sebagai Hari Jamu Nasional sejak 2008.Baca Juga: PNM dan Bobon Santoso Bagikan 1.000 Hidangan, Rayakan Kebersamaan di Hari Lahir Pancasila

Irwan menekankan pentingnya peran bakul jamu gendong sebagai ujung tombak pelestarian budaya jamu. Ia mendorong mereka untuk terus berinovasi dalam memperkenalkan jamu kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami berupaya mengembangkan jamu dalam bentuk modern dan praktis seperti soft capsule dan jamu siap minum, agar lebih diterima oleh masyarakat luas,” tambahnya.Baca Juga: Sosialisasi Pengurangan Dampak Gas Rumah Kaca di Maesa

Sejalan dengan itu, Kepala Balai Besar POM Semarang, Lintang Purba Jaya, menegaskan dukungan BPOM terhadap modernisasi jamu. “Kami sebagai regulator mendukung pelestarian jamu yang aman, bermutu, dan bermanfaat. BPOM akan terus mengawal mutu dan keamanan jamu agar dapat dikonsumsi lintas generasi,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Jamu (GP Jamu), Stefanus Handoyo Saputro, menambahkan bahwa pelestarian jamu dilakukan melalui dua pendekatan: berbasis ilmiah dan pelestarian tradisi.Baca Juga: Dari Dunia Fashion ke Panggung Pendidikan Vokasi Bali

“Kami bersama para pengusaha jamu, termasuk para pengrajin jamu gendong dan warung angkringan, terus melestarikan cara minum jamu secara turun-temurun. Kini kami juga mengembangkan konsep angkringan jamu agar anak-anak muda bisa minum jamu sambil nongkrong, seperti halnya di kafe kopi,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X