Lebih jauh, GP Jamu juga menginisiasi program Jelajah Jamu Nusantara dalam bentuk film dokumenter, serta program edukasi jamu untuk pelajar SD, SMP, hingga mahasiswa melalui program Jamu Goes to School dan Jamu Goes to Campus.Baca Juga: Bumi Mineral Sulawesi Jalin Kerja Sama Sumitomo Corporation
Dokter herbal dan edukator jamu, dr. Riyanti, menambahkan bahwa keberadaan berbagai varian jamu modern seperti produk Sido Muncul merupakan bentuk adaptasi positif.
“Masyarakat kini tak perlu ragu mengonsumsi jamu. Selain lebih praktis, bentuk modern ini tetap mempertahankan manfaat jamu yang sesungguhnya. Harapannya, masyarakat menjadikan jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat,” pungkasnya.Baca Juga: 100 Hari Kerja Bupati dan Wabup Bengkulu Tengah Belanjakan APBD Rp Rp 67,9 Miliar Untuk Infrastruktur dan Pendidikan
Sebagai informasi, budaya jamu Indonesia telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) pada 6 Desember 2023. Pengakuan ini semakin mengukuhkan posisi jamu sebagai kekayaan budaya bangsa yang perlu dilestarikan dan dikembangkan untuk masa depan yang lebih sehat dan berkelanjutan.*Baca Juga: Serang Petugas Dengan Parang, Puluhan Napi Kabur dari Lapas Nabire
Artikel Terkait
Sambut 100 Bakul Jamu Gendong, Irwan Hidayat: Budaya Minum Jamu Jadi Gaya Hidup Sehat Masa Kini
Jurnalis Semarang Kunjungi Kantor Baru Sido Muncul, Melihat Irwan Hidayat Bernyanyi dan Berbaur dengan Beragam Kalangan
Raih Gelar Doktor Kehormatan dari UNNES, Irwan Hidayat: Saya Belajar 108 SKS di Universitas Sido Muncul
Berbagi Kasih kepada Sesama, Sido Muncul Sambut Lebaran dengan Santuni 1.000 Dhuafa di Kabupaten Semarang
Sido Muncul Terima Penghargaan Industri Ramah Lingkungan di Forum Energi Jawa Tengah