InJourney Siapkan Liburan Seru Lebaran 2026

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Kamis, 12 Maret 2026 | 21:26 WIB
Injourney persiapkan liburan seru lebaran 2026
Injourney persiapkan liburan seru lebaran 2026

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN - Menjelang libur Lebaran 2026, Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, InJourney, melalui anak usahanya InJourney Destination Management (IDM), telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat. Perusahaan memprediksi pergerakan masyarakat pada musim mudik dan libur Idulfitri tahun ini akan meningkat signifikan, mengacu pada data mobilitas nasional yang memperkirakan sekitar 143,9 juta orang akan bergerak selama periode Lebaran. Jawa Tengah diproyeksikan menjadi tujuan perjalanan terbanyak dengan sekitar 17,7 juta perjalanan, sementara Daerah Istimewa Yogyakarta menempati posisi keempat dengan sekitar 8,3 juta perjalanan.

Senior Vice President Corporate Secretary InJourney, Yudhistira Setiawan, dalam konferensi pers di kawasan Candi Prambanan, Kamis (12/03/2026), menyampaikan bahwa periode arus mudik dan wisata diperkirakan berlangsung cukup panjang, mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 17–18 Maret, sedangkan arus balik diperkirakan memuncak pada 28–30 Maret. Direktur Komersial InJourney Destination Management, Gistang Richard Panutur, menambahkan bahwa pola kunjungan wisata di destinasi kelolaan InJourney berbeda dengan arus mudik, di mana lonjakan wisatawan biasanya baru terasa pada H+1 Lebaran hingga akhir periode libur. Oleh karena itu, perusahaan memproyeksikan kenaikan jumlah pengunjung minimal lima persen dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya dan memprioritaskan kesiapan layanan pada periode tersebut agar pengalaman wisata tetap aman dan nyaman.

Untuk menghadapi lonjakan tersebut, InJourney melakukan sejumlah penyesuaian operasional di destinasi utama. Di kawasan Borobudur, jam kunjungan dimajukan dari pukul 09.00 menjadi pukul 08.00 pagi, sementara paket tur matahari terbit tetap tersedia mulai pukul 04.00 pagi, dan jam pembelian tiket diperpanjang hingga pukul 17.30. Di kawasan Prambanan, akses naik ke dalam candi yang biasanya tutup setiap Senin akan dibuka khusus selama periode puncak Lebaran, dan jam operasional pembelian tiket diperpanjang hingga pukul 18.00. Namun, operasional Prambanan tetap ditutup pada 19 Maret sebagai bentuk penghormatan terhadap Hari Raya Nyepi.

Selain kesiapan operasional, InJourney juga terus melakukan transformasi pada sejumlah destinasi unggulan. Candi Borobudur diarahkan menjadi spiritual heritage destination kelas dunia, Candi Prambanan dikembangkan sebagai living cultural destination dengan berbagai festival, dan Ratu Boko difokuskan sebagai experimental heritage destination yang menonjolkan keindahan lanskap alam. Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pun bertransformasi menjadi etalase budaya Nusantara yang modern dan inklusif. Aspek keamanan dan keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama dengan kerja sama bersama dinas perhubungan, kepolisian, serta fasilitas kesehatan. Fasilitas inklusif juga disiapkan bagi penyandang disabilitas, ibu hamil, dan lansia melalui layanan prioritas seperti call center khusus, kursi roda gratis, kendaraan listrik, hingga tim medis dan ambulans yang siaga.

Mengusung tema "Lebaran Penuh Makna", InJourney menghadirkan berbagai program budaya dan kuliner di destinasi wisata, seperti Borobudur Sunset, Layung Senja, Festival Ngabuburit, serta Pasar Raya Lebaran. Pasar Medang akan digelar di Borobudur pada 21–27 Maret dan di Prambanan pada 21–23 Maret, menghadirkan kuliner tradisional khas Jawa Tengah dan Yogyakarta. Di TMII, program "Jelajah Seru Lebaran di Taman Mini" akan memeriahkan libur panjang dengan pertunjukan budaya, bazar kuliner, instalasi cahaya interaktif, hingga pertunjukan seni tradisional. Di sektor hospitality, InJourney juga merampungkan revitalisasi hotel bersejarah di kawasan Malioboro yang kembali menggunakan nama The Jogja Hotel, dengan peluncuran soft launching dijadwalkan pada 18 Maret 2026. Hotel ini memiliki nilai historis dan menghadirkan Jenderal Sudirman Suite sebagai daya tarik utama.

Gistang Richard Panutur menegaskan bahwa fokus utama promosi selama libur Lebaran tetap diarahkan kepada wisatawan domestik yang secara historis menyumbang sekitar 90 hingga 95 persen kunjungan ke destinasi seperti Borobudur dan Prambanan. Meski demikian, perusahaan tetap membuka peluang bagi wisatawan mancanegara dengan layanan khusus seperti pendampingan pemandu wisata. Dengan penguatan layanan, transformasi destinasi, serta integrasi ekosistem pariwisata dari bandara, destinasi, hingga sektor hospitality, InJourney optimistis mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi masyarakat selama libur Lebaran.

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X