Tegal, SUARA PEMBARUAN - Keran ekspor sarung tenun koyor bakal didorong Cagub Ahmad Luthfi. Sarung yang dibuat secara manual dan diminati pasar ekspor Afrika itu terbukti menyerap banyak tenaga kerja.
Ahmad Luthfi berkunjung langsung di pusat pembuatan sarung tenun koyor di Kaladawa, Kecamatan Talang Kabupaten Tegal, Selasa (8/10). Ia melihat proses produksi dan berbincang dengan para pelaku usaha.
Baca Juga: Sejahterakan Petani, Ahmad Luthfi Hapus Kartu Tani dan Bangun Lumbung Pangan Desa
Menurutnya, meski sarung koyor sudah bisa tumbuh namun peran pemerintah tetap harus hadir. Kemudahan perizinan, promosi dengan menggelar expo atau pameran hingga mempromosikan di kalangan instansi pemerintahan menjadi langkah riil menggenjot produksi. Jika permintaan sudah meningkat maka mesti diiringi dengan kemampuan produksi.
"Pelatihan jelas diperlukan. Agar hasil lebih baik, kuantitas lebih banyak dan semakin banyak tenaga kerja yang terserap," kata Ahmad Luthfi.
Ia menyadari bahwa kualitas sarung yang dibuat manual lebih menarik daripada printing. Meskipun harga juga lebih mahal. Maka sudah benar jika pangsa pasar utama sarung ini adalah ekspor.
Baca Juga: BWA Bengkulu Bagikan 20.000 Buah Alqur'an ke Empat Kabupaten
Usaha padat karya ini tidak butuh tenaga kerja berpendidikan atau dengan keahlian khusus. Total ada 3.000 pekerja di sentra produksi sarun tenun koyor di empat kecamatan di Tegal.
Langkah berikutnya, lanjut Luthfi, adalah mempermudah akses permodalan ke perbankan. "Jika pemasaran bisa digenjot dan didikung kualitas serta modal, maka sarung koyor Tegal ini akan semakin besar. Tenaga kerja yang dibutuhkan juga semakin besar pula," ungkapnya.
Tujuan Luthfi tak lain adalah memperluas lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jateng.
Baca Juga: Herimanto Jabat Ketua DPRD Kota Bengkulu Masa Bakti 2024-2029
Ketua Paguyuban Tenun Kabupaten Tegal, Syarif mengatakan pelatihan sangat dibutuhkan. Potensi pertambahan tenaga kerja sangat terbuka asalkan mereka memiliki keterampilan. Lantaran penenun tidak butuh ijazah maupun syarat usia.
"Ibu-ibu yang suaminya merantau, bisa dirangkul. Untuk meningkatkan perekonomian warga," ujarnya.
Syarif mengaku saat ini pasar ekspor utama di Afrika. Ia tak mengatakan dengan detil jumlah ekspor maupun nominal, namun satu titik produksi sarung tenun koyor dengan jumlah 10an tenun bisa menghasilkan 15 kodi per pekan.
Artikel Terkait
Ini Gebrakan Ahmad Luthfi: Jadikan Solo Pusat Industri Kreatif Mirip Hollywood dan Seoul
Dagangan Bakul Cilik Ludes Terjual di Jalan Sehat Bareng Ahmad Luthfi
Ahmad Luthfi Siap Bantu Nelayan Jateng Terkait Persoalan BBM
Tak Banyak Orang Tahu, Ahmad Luthfi Ungkap Hubungan Emosional dengan SBY
Sejahterakan Petani, Ahmad Luthfi Hapus Kartu Tani dan Bangun Lumbung Pangan Desa