Ia menilai rendahnya literasi media dan informasi (LMI) menjadi akar persoalan. “Kita terlalu mudah percaya pada pesan yang datang lewat WhatsApp atau media sosial tanpa memverifikasi,” katanya.
Untuk itu, Syaiful menyerukan kolaborasi lintas sektor—antara media, lembaga pendidikan, komunitas, dan aparat—untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap hoaks.
“Masyarakat harus kritis, skeptis, dan berhati-hati sebelum membagikan konten. Apalagi jika isinya menimbulkan kemarahan,” tutupnya.*