Analis: Prabowo Harus Perkuat Komunikasi Lewat Media Arus Utama, Bukan Influencer

Photo Author
Redaksi, Suara Pembaruan
- Senin, 1 September 2025 | 05:17 WIB
Pengamat politik Hendri Satrio atau Hensat
Pengamat politik Hendri Satrio atau Hensat

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Analis komunikasi politik sekaligus pendiri KedaiKopi, Dr. Hendri Satrio atau Hensa, menilai Presiden Prabowo Subianto sebaiknya lebih sering menyampaikan pesan langsung melalui media massa daripada mengandalkan influencer, terutama untuk meredakan keresahan publik.

Menurut Hensa, media masih menjadi jembatan utama antara pemerintah dan masyarakat. Dengan komunikasi yang intens, pesan pemerintah akan lebih mudah dipahami dan dapat menenangkan rakyat.

“Saya punya dua solusi. Pertama, Pak Prabowo harus rajin berkomunikasi dengan jurnalis. Saat ini, media massa punya peran penting untuk menenangkan masyarakat,” ujarnya dalam wawancara yang dikutip dari AboutMalang.com, Minggu (31/8/2025).

Ia juga menyoroti bahwa sejak era Presiden Joko Widodo hingga kini, media kerap tersisih dari lingkaran kekuasaan, padahal memiliki peran strategis. “Selama ini, dari masa Pak Jokowi sampai sekarang, media massa seakan dilupakan sebagai kekuatan penting,” tambahnya.

Hensa menegaskan, keterbukaan komunikasi dengan media adalah kunci meredakan ketegangan publik sekaligus memperkuat legitimasi kepemimpinan nasional.

Pandangan ini turut diperkuat survei Indonesian Presidential Studies (IPS) UGM pada 2022. Survei tersebut mencatat 74,4 persen publik masih lebih mempercayai media formal seperti TV, radio, dan koran, jauh di atas media sosial yang hanya dipercaya 12,7 persen.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X