Istana Klarifikasi Pidato Prabowo soal LSM Asing: Waspadai Upaya Pecah Belah, Bukan Sentimen Anti-Asing

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 4 Juni 2025 | 09:58 WIB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. (instagram/presidenrepublikindonesia)
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. (instagram/presidenrepublikindonesia)


Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal keterlibatan pihak asing dalam mendanai sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia.

Hal ini ia sampaikan dalam pidato memperingati Hari Lahir Pancasila yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, pada Senin, 2 Juni 2025.

Dalam pidatonya, Prabowo menyatakan bahwa dana dari luar negeri digunakan untuk membiayai LSM yang berupaya memecah belah bangsa.

Ia juga mengkritik klaim pihak asing sebagai penjunjung nilai-nilai demokrasi, hak asasi manusia, dan kebebasan pers, yang menurutnya hanya berdasarkan sudut pandang mereka sendiri.

Sehari setelah pidato tersebut, Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, memberikan penjelasan atas pernyataan Presiden.

Ia menekankan bahwa Prabowo tidak bermaksud menuding semua LSM, melainkan menyoroti kelompok-kelompok tertentu yang dinilai mengancam persatuan nasional.

Hasan menambahkan bahwa pemerintah tetap menghargai peran aktif banyak LSM yang selama ini bekerja di sektor-sektor penting seperti pendidikan, sosial, dan kemanusiaan. Menurutnya, kontribusi mereka tetap diakui dan diapresiasi.

Lebih lanjut, Hasan menjelaskan bahwa maksud pidato Prabowo bukanlah untuk menumbuhkan kebencian terhadap pihak asing, melainkan sebagai pengingat agar Indonesia tidak mengorbankan kepentingan nasional demi pengaruh luar.

Ia menegaskan bahwa Presiden memiliki data terkait sejumlah LSM yang dinilai dapat memicu perpecahan sosial, dan hal inilah yang menjadi fokus utama dalam pernyataan tersebut.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X