Pemerintahan Prabowo Catat Rekor Baru: Kuota FLPP 2025 Tembus 350.000 Unit, Tumbuh 1.100 Persen

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 22 Mei 2025 | 15:25 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait, menaikkan target kuota penyaluran FLPP ke 350.000 unit rumah di 2025. Foto: Dok. Sekretariat Presiden
Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait, menaikkan target kuota penyaluran FLPP ke 350.000 unit rumah di 2025. Foto: Dok. Sekretariat Presiden

Jakarta, SUARA PEMBARUAN — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencetak tonggak sejarah baru dalam program pembiayaan perumahan nasional. Selama triwulan pertama tahun 2025, realisasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 53.874 unit rumah subsidi—angka tertinggi sejak program ini bergulir. Tak hanya itu, pemerintah juga menaikkan kuota FLPP secara signifikan menjadi 350.000 unit rumah subsidi dalam satu tahun anggaran, naik dari 220.000 unit pada tahun sebelumnya.Baca Juga: ACC Edukasi Masyarakat Semarang tentang Pembiayaan Aman

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyebut capaian ini sebagai loncatan besar di era kepemimpinan Presiden Prabowo. Dalam kunjungannya ke kantor BP Tapera di Jakarta pada 20 Mei 2025, Maruarar menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran lembaga tersebut yang dinilai bekerja keras merealisasikan target ambisius tersebut.Baca Juga: Gelar Webinar Nasional, Perkuat Literasi dan Pertahanan Siber Perangkat Daerah di Gowa

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pimpinan dan staf BP Tapera. Capaian ini membuktikan bahwa dengan komitmen dan kerja keras, kita bisa melampaui ekspektasi. Pemerintah tidak hanya menambah kuota, tapi juga mempercepat penyalurannya,” ujar Maruarar.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi jawaban nyata terhadap berbagai narasi pesimistis yang beredar di masyarakat.Baca Juga: Puskesmas Pandanaran Jadi Pelopor Layanan Fisioterapi di Semarang

“Kalau ada yang bilang masa depan Indonesia suram, coba lihat data ini. Dalam tiga bulan, sektor perumahan tumbuh luar biasa. Ini fakta, bukan opini. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, masa depan Indonesia—termasuk sektor perumahan—terlihat cerah,” katanya dengan tegas.Baca Juga: Polri Bongkar Jaringan Grup Mesum di Facebook, 6 Pelaku Diciduk dari Jawa dan Sumatera

Dibandingkan dengan realisasi FLPP pada kuartal pertama 2024 yang hanya mencatatkan sekitar 4.229 unit, peningkatan tahun ini mencapai lebih dari 1.100 persen—atau sebelas kali lipat. Angka tersebut menjadi indikasi kuat adanya akselerasi pembangunan perumahan rakyat.

Maruarar juga menyampaikan bahwa keberhasilan ini didukung kolaborasi lintas sektor, mulai dari Presiden, DPR, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, hingga pengembang dan perbankan dalam mendukung Program 3 Juta Rumah.Baca Juga: DPR Desak Penggunaan Produk Lokal untuk Program MBG, Kritik Impor Food Tray dari China

Mengenal FLPP

Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) adalah skema pembiayaan dengan subsidi bunga dari pemerintah, ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memiliki rumah pertama dengan cicilan yang lebih terjangkau. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas akses kepemilikan rumah secara merata di seluruh Indonesia.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X