Viralnya video itu juga menarik perhatian dokter spesialis anak, dr. Tita Menawati, M.Kes, Sp.A. Melalui unggahan media sosialnya, ia memberikan edukasi mengenai risiko kesehatan anak jika terlalu lama berada di lingkungan dingin dan bising pada malam hari.
Dokter Tita menjelaskan bahwa bayi dan balita lebih rentan mengalami hipotermia karena kemampuan tubuh mereka dalam mengatur suhu belum sebaik orang dewasa.
“Suhu tubuh bayi bisa turun dengan cepat saat malam hari, terkena air, atau pakaian basah,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi tubuh yang terlalu dingin memang tidak langsung menyebabkan flu, namun dapat membuat daya tahan tubuh anak menurun sehingga lebih mudah terserang infeksi.
Selain itu, suara musik keras di area konser juga dinilai berisiko mengganggu kesehatan anak, terutama pendengaran dan kualitas tidur mereka.
“Telinga bayi dan balita masih sensitif. Suara terlalu nyaring bisa membuat anak stres, rewel, hingga sulit tidur,” paparnya.
Menurutnya, aktivitas hingga larut malam juga dapat mengganggu ritme tidur anak yang sangat penting bagi tumbuh kembang mereka.
Dokter Tita turut mengingatkan risiko penularan penyakit di tempat ramai karena anak lebih rentan tertular batuk, pilek, influenza, maupun infeksi lainnya akibat kontak dengan banyak orang.
Artikel Terkait
Relawan-Rakyat Melebur, Konser Ngopeni Nglakoni Ndarboy Genk Dipadati Ribuan Penonton
Vendor Akui Kesalahan: Confetti Konser Taeyeon Tersebar di Acara DAY6 dan Lee Min Ho
Chris Martin Beri Peringatan Sebelum Sorotan Jumbotron Coldplay: Imbas Pasangan Viral di Konser
Kumpulkan donasi sebesar Rp 836.918.677, Konser amal bertajuk "Hanyengkuyung Sumatra" Mengapresiasi Surya Group
Apink Rayakan 15 Tahun Perjalanan Karier Lewat Konser Spesial “The Origin: APINK”