pendidikan

UNDIP–UTM Perkuat Kolaborasi Global Lewat Proyek ERASMUS TUNE

Minggu, 25 Januari 2026 | 07:07 WIB
Prof. Mohd. Fadhil dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) berfoto bersama dengan jajaran Dewan Profesor UNDIP dalam penguatan kerja sama internasional dan proyek ERASMUS TUNE di Kampus UNDIP.

Semarang, SUARA PEMBARUAN  – Universitas Diponegoro (UNDIP) menerima kunjungan akademik dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) pada Kamis, 22 Januari 2026.Baca Juga: Hadiri Muzakarah, Sekda Bengkulu : Masjid sebagai Pusat Pembinaan Umat

Kunjungan tersebut diwakili oleh Prof. Mohd. Fadhil, pakar Environmental Engineering UTM, dalam rangka menghadiri kegiatan Training of Trainer (ToT) yang diselenggarakan UNDIP sebagai Asia Partner TUNE Project yang didanai ERASMUS.

TUNE Project atau Nurture Future Green Leaders merupakan program kolaborasi internasional yang melibatkan tiga negara ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, dan Vietnam, serta tiga negara Eropa, yaitu Austria, Lithuania, dan Portugal. Dalam proyek ini, Prof. Mohd. Fadhil bertindak sebagai koordinator kegiatan.Baca Juga: Bengkulu Utara Dapat Alokasi Pupuk Subsidi 4.929 Ton

Di sela agenda ToT, Prof. Fadhil memenuhi undangan Senat Akademik (SA) UNDIP untuk berdiskusi mengenai penguatan kerja sama antara UNDIP dan universitas-universitas di Malaysia, khususnya UTM.

Diskusi ini menjadi penting mengingat kedua institusi telah memiliki Memorandum of Understanding (MoU), namun belum banyak diwujudkan dalam kegiatan akademik yang konkret.Baca Juga: Korban Kasus Dugaan Rekayasa Pornografi Kecewa Sidang Dilaksanakan Tertutup

UNDIP dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Sekretaris Dewan Profesor (DP) UNDIP, Prof. Dr. Hardi Warsono, bersama sejumlah perwakilan anggota DP dari berbagai komisi.

Dalam sambutannya, Prof. Hardi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Fadhil di tengah kesibukannya mengikuti kegiatan ToT tentang Green Jobs (GJs) yang digelar melalui TUNE ERASMUS Project di UNDIP.Baca Juga: Wali Kota Bengkulu Serahkan Bantuan Dua Unit Mobil Damkar

Dalam diskusi yang berlangsung serius namun santai, Prof. Fadhil memaparkan secara rinci visi dan misi TUNE Project, yakni membina pemimpin masa depan yang memiliki wawasan dan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Melalui proyek ini, diharapkan dapat disusun modul pembelajaran untuk mengintegrasikan konsep Green Jobs ke dalam kurikulum perguruan tinggi di negara-negara ASEAN.Baca Juga: OJK Cabut Izin Usaha PT Varia Intra Finance

Prof. Fadhil juga mendorong UNDIP untuk berkontribusi lebih aktif dalam menyukseskan TUNE Project, mengingat peran strategis UNDIP sebagai salah satu mitra utama dalam program yang didukung European Commission tersebut.

Salah satu kesepakatan penting dalam diskusi adalah rencana pembentukan One Stop Center (OSC) untuk memfasilitasi dosen dan staf akademik UNDIP yang ingin terlibat dalam berbagai kegiatan TUNE Project.Baca Juga: Pakar UGM Soroti Eskalasi Unjuk Rasa Di Iran Di Titik Kritis, Ribuan Tewas dalam Kerusuhan Terparah Sejak Revolusi 1979

Usai diskusi, Prof. Fadhil bersama perwakilan Dewan Profesor UNDIP mengunjungi sejumlah fasilitas kampus, salah satunya Laboratorium Sawah dan Lahan (LSL).

Ia memberikan apresiasi terhadap komitmen UNDIP dalam mendukung ketahanan pangan dan berharap keberlanjutan LSL terus dijaga, termasuk dalam pengembangan pangan dan hortikultura.Baca Juga: Polda Jateng Bongkar Mafia LPG Subsidi Jelang Ramadan, Ribuan Tabung Disita

Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kolaborasi nyata antara UNDIP dan UTM, sekaligus kontribusi bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan masa depan planet melalui TUNE Project.*

Halaman:

Tags

Terkini