Kefamenanu, SUARA PEMBARUAN – Upaya untuk meningkatkan literasi membaca Bahasa Inggris berbasis budaya lokal terus diperkuat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para dosen dan mahasiswa Universitas Timor.
Salah satu program unggulan yang sedang dilaksanakan adalah "Dimensi Kearifan Lokal dalam Big Book untuk Meningkatkan Literasi Membaca Bahasa Inggris Siswa-Siswi PPA GMIT Imanuel, Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur."
Program ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kegiatan ini telah memasuki tahun pendanaan pertama pada tahun 2025, sebagai bagian dari rencana pengabdian selama satu tahun.
Tim pengabdi diketuai oleh Eugelin Sulaiman, S.Pd., M.Pd., dengan anggota tim Adelya I. Manalu, S.Pd., M.Si. dan Iis Aprianti, S.Pd., M.Hum. Tak hanya para dosen, beberapa mahasiswa Universitas Timor juga turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini, yaitu Yohanes Seran, Imanuel Aprian Antoni Molo, Sesarius Doman dan Fransiska Daos Kadati.
Program ini menyasar anak-anak binaan PPA GMIT Imanuel di Kefamenanu dengan pendekatan yang inovatif: penggunaan media Big Book—buku cerita bergambar berukuran besar—yang berisi narasi berbasis kearifan lokal masyarakat Timor, seperti cerita rakyat, adat istiadat, dan nilai budaya.
“Tujuan kami adalah menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang kontekstual dan menyenangkan bagi anak-anak, sekaligus memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal yang mulai terlupakan,” ungkap Eugelin Sulaiman, ketua tim pengabdi dari Universitas Timor.
Selain sebagai media literasi, Big Book juga dirancang untuk menjadi alat edukasi karakter dan identitas budaya lokal. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat ikatan anak-anak dengan budaya mereka, sekaligus membuka jendela dunia melalui penguasaan Bahasa Inggris.
Pdt. Yufliana A. Takene, M.Th., selaku penanggung jawab PPA GMIT Imanuel, menyampaikan dukungannya atas kegiatan ini.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini, dan keberlanjutan kegiatan seperti ini semoga tidak hanya berpusat kepada anak-anak yang suka Bahasa Inggris saja, tetapi ke depannya dapat menjangkau seluruh anak-anak PPA," ungkapnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bapak Yusak Mandala, selaku Partnership Facilitator dari Compassion, yang turut memberi apresiasi atas kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan lembaga pelayanan anak.
Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan pelatihan guru, penyusunan modul pendamping, dan pengembangan sumber belajar berbasis digital agar dampaknya dapat berkelanjutan di masa depan.
Program ini sekaligus menunjukkan komitmen Universitas Timor dalam menjawab tantangan pendidikan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), serta kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membangun masyarakat berbasis riset dan inovasi lokal.*