Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Danantara Indonesia bersama Indonesia Financial Group (IFG) menggelar Corporate Communication Gathering sebagai langkah memperkuat kolaborasi komunikasi strategis di lingkungan ekosistem holding.
Acara ini dihadiri oleh Managing Director Global Relations & Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief, Managing Director of Stakeholder Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, serta jajaran fungsi komunikasi korporasi IFG.
Pertemuan ini menjadi wadah bagi pengelola komunikasi di ekosistem IFG untuk menyamakan arah dalam mendorong literasi keuangan dan memperkuat tata kelola informasi publik.
Mohamad Al-Arief menegaskan bahwa literasi finansial adalah fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.
“Pemahaman tentang investasi dan proteksi diri merupakan kunci agar rakyat bisa menikmati pelayanan jasa keuangan yang lebih inklusif. Bersama IFG, Danantara memastikan aset negara dikelola secara transparan dan produktif, sehingga memberi nilai tambah nyata bagi perekonomian nasional,” ujarnya.
Senada, Rohan Hafas menekankan peran IFG dalam memperkuat komunikasi publik dan pengelolaan pemangku kepentingan.
“Dengan tata kelola yang kuat, kita membangun kepercayaan bahwa setiap warga negara berhak memiliki akses keuangan, kesehatan, dan perlindungan demi kualitas hidup yang lebih baik,” katanya.
Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko, juga menegaskan komitmen IFG dalam menjaga kepercayaan publik melalui komunikasi yang transparan.
“Literasi keuangan adalah kunci agar masyarakat memahami manfaat investasi dan proteksi. Karena itu, IFG mendukung penuh peran strategis Danantara sebagai pengelola aset negara yang memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan rakyat,” jelasnya.
Selain sesi diskusi, acara ini juga membahas praktik terbaik komunikasi korporasi, strategi manajemen isu, serta penguatan keterlibatan pemangku kepentingan.
Dengan pendekatan kolaboratif, Danantara dan IFG berharap fungsi komunikasi tidak hanya menjadi kanal informasi, tetapi juga instrumen strategis dalam membangun ketahanan ekonomi dan memperluas inklusi finansial.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo: Tak Ada Orang Titipan di Danantara!
Rosan Roeslani Ungkap Prabowo Ingin Bersih-bersih, Danantara Kini Pegang Kendali 844 Perusahaan BUMN
Danantara Ambil Alih Pengelolaan GBK, Rosan Roeslani: Saatnya Transformasi Total
Proyek Kimia Rp13 Triliun Resmi Jadi PSN, Danantara Gaet Chandra Asri dan INA untuk Dorong Industri Nasional
Dirut Agrinas Pangan Mundur, Bappisus dan Danantara Tegaskan Dukungan Tetap Berjalan