OJK Beri Penghargaan kepada PNM atas Kiprah Literasi Keuangan di Financial Literacy Award 2025

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 23 Agustus 2025 | 08:27 WIB
Dirut PNM Arief Mulyadi saat menerima Financial Literacy Award 2025  dari OJK.
Dirut PNM Arief Mulyadi saat menerima Financial Literacy Award 2025 dari OJK.


 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan Financial Literacy Award 2025 bertepatan dengan Bulan Literasi Keuangan dan Hari Indonesia Menabung.

Dalam ajang ini, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berhasil meraih apresiasi tinggi dari OJK melalui dua penghargaan sekaligus. PNM dinobatkan sebagai Lembaga Keuangan Khusus dan Fintech dengan Program Literasi Keuangan Teraktif, serta PUJK dengan Pembentukan OJK Peduli Syariah Termasif.

Pengakuan ini bukan hanya soal banyaknya program yang dijalankan, melainkan juga efektivitas PNM dalam menjangkau kelompok masyarakat yang masih terbatas akses terhadap layanan keuangan formal.

Program literasi keuangan PNM dinilai konsisten, merata, serta terdokumentasi dengan baik sehingga berkontribusi nyata bagi peningkatan inklusi keuangan nasional.

PNM juga berperan penting dalam mengembangkan OJK Peduli Syariah Termasif, yang memperluas akses literasi keuangan berbasis syariah.

Upaya ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap instrumen keuangan yang sesuai keyakinan, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.

Keberhasilan tersebut mendukung kebijakan regulator yang tercantum dalam POJK No. 3 Tahun 2023 tentang Literasi dan Inklusi Keuangan serta POJK No. 22 Tahun 2023 mengenai Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan.

Dengan demikian, program literasi PNM berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi rumah tangga, pencegahan praktik keuangan ilegal, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam sektor keuangan formal.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan wujud tanggung jawab besar yang diemban PNM untuk terus mendampingi keluarga prasejahtera, khususnya nasabah Mekaar, agar dapat meningkatkan taraf hidup.


“Literasi keuangan adalah jembatan menuju kemandirian ekonomi dan kesejahteraan bangsa. Dengan pemahaman finansial yang memadai, masyarakat tidak hanya mampu mengelola perekonomian keluarga, tetapi juga ikut menopang stabilitas serta pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Dengan raihan ganda dari OJK ini, PNM semakin mengukuhkan perannya sebagai lembaga keuangan yang tidak sekadar memberikan pembiayaan, melainkan juga membangun kapasitas masyarakat menuju kemandirian berkelanjutan.

Financial Literacy Award 2025 pun menjadi bukti bahwa literasi keuangan merupakan strategi pembangunan nasional yang memperkuat fondasi ekonomi, melindungi konsumen, dan memperluas akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X