Orange Bond PNM: Inovasi Keuangan untuk Kebangkitan Ekonomi Perempuan Prasejahtera

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 10 Juli 2025 | 19:43 WIB

 

 

Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Harapan perempuan Indonesia untuk bangkit secara ekonomi dan berdaya secara mandiri kembali mendapat energi baru. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyalakan semangat tersebut melalui peluncuran Orange Bonds pada 28 Juni 2025.

Instrumen ini menjadi tonggak penting dalam sejarah keuangan Indonesia, sebagai produk investasi sosial pertama yang secara khusus menyasar pendanaan pemberdayaan perempuan ultra mikro.

Selama ini, banyak perempuan tangguh yang telah menjalankan usaha kecil di berbagai daerah, namun terhambat dalam mengembangkan potensi usahanya karena keterbatasan akses ke lembaga keuangan formal.

Kini, Orange Bonds hadir sebagai solusi yang menjembatani para investor dengan impian jutaan perempuan pelaku usaha kecil yang selama ini nyaris tak terdengar suaranya.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menegaskan bahwa inovasi ini bukan sekadar peluncuran produk investasi, melainkan bentuk nyata dari gerakan sosial yang mengusung transformasi.

“Orange Bonds bukan hanya instrumen keuangan, tapi penggerak perubahan. Ini bukti bahwa pasar modal bisa ikut membangun kesetaraan gender dan menjadi alat strategis untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) kelima dari PBB,” ujar Arief.

PNM meluncurkan Orange Bonds melalui dua mekanisme, yakni Obligasi Konvensional Berwawasan Sosial senilai Rp6 triliun dan Sukuk Mudharabah Syariah sebesar Rp10 triliun.

Pada tahap awal, perusahaan berhasil menghimpun dana Rp1 triliun dari obligasi dan Rp1,75 triliun dari sukuk. Angka yang impresif untuk tahap awal ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor, namun juga menegaskan kekuatan ide bahwa investasi pada manusia—khususnya perempuan prasejahtera—adalah bentuk investasi terbaik.

Dana dari Orange Bonds akan dialirkan untuk memperkuat program pemberdayaan seperti PNM Mekaar dan Mekaar Syariah, dua skema yang selama ini terbukti membantu perempuan pelaku usaha naik kelas.

PNM tak hanya memberikan akses pembiayaan, namun juga memberikan pelatihan usaha, pendampingan, hingga bantuan pemasaran produk untuk nasabah binaannya.

Salah satu contoh keberhasilan nyata datang dari Hosnia, pengusaha kuliner bebek yang mulai merintis usahanya sejak tahun 2017 dengan dukungan PNM Mekaar. Kini, Hosnia telah naik kelas menjadi nasabah program PNM ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) yang memberikan akses pembiayaan dengan nominal lebih besar.


“PNM tidak hanya memberi pinjaman, tapi juga pembinaan dan pelatihan. Kami dibantu untuk memahami pasar dan solusi usaha. Itu sangat berpengaruh bagi perkembangan bisnis saya,” tuturnya.

Inisiatif Orange Bonds bukan sekadar catatan baru dalam portofolio keuangan nasional, tetapi tonggak sejarah dalam pemberdayaan berbasis keadilan gender dan ekonomi inklusif. Di balik setiap lembar obligasi, ada kisah perempuan Indonesia yang sedang meniti jalan menuju kemandirian dan masa depan yang lebih cerah.*

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

X