Menuju World Class University dengan Mencetak Aparatur Sipil Negara Berkarakter dan Antikorupsi

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 5 Maret 2024 | 11:24 WIB
Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Prof DR. Drs. Hadi Prabowo, MM.  (Humas IPDN)
Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Prof DR. Drs. Hadi Prabowo, MM. (Humas IPDN)


Sampai saat ini, Hadi menyampaikan bahwa IPDN telah melahirkan kurang lebih 33.060 Aparatur Sipil Negara terbaik yang tersebar diseluruh Indonesia, terhitung dari alumni angkatan I s.d XXX. Alokasi penempatan lulusan IPDN, ditetapkan dengan presentase 85% - 100% untuk instansi daerah dan daerah perbatasan serta 0% - 15% untuk instansi pusat.


Instansi daerah adalah perangkat daerah pada 34 provinsi dan perangkat daerah pada 514 kabupaten/kota. Sedangkan instansi pusat meliputi kementerian, lembaga pemerintahan nonkementerian, kesekretariatan lembaga negara dan kesekretariatan lembaga nonstruktural.


“Penempatan lulusan IPDN ini dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan Indeks Prestasi Kumulatif, permintaan dan kebutuhan, keterwakilan provinsi, jurusan dan program studi, kondisi sosiokultural dan/atau anggaran belanja pegawai setiap instansi”, tutur Hadi.


Hadi menjelaskan bahwa penempatan lulusan IPDN pada unit organisasi dan/atau unit kerja tersebut ditetapkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri.


“Praja IPDN yang telah lulus pendidikan langsung diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan III/a. Untuk selanjutnya melakukan proses magang selama 1 tahun dan nantinya akan diangkat menjadi PNS”, ujarnya.


Menurutnya, setelah pelaksanaan wisuda dan upacara pelantikan, seluruh lulusan langsung diserahterimakan dari IPDN kepada Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kemendagri dan selanjutnya diserahkan kepada masing-masing BKD provinsi.


“Ketentuan teknis terkait penempatan sepenuhnya menjadi kewenangan Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kemendagri”, imbuhnya.


Mantan Sekretaris Jenderal Kemendagri dan Sekda Provinsi Jawa Tengah ini menambahkan, keberhasilan meluluskan ASN yang berkompeten ini didapat IPDN dengan kontribusi penuh dari seluruh civitas akademika IPDN terutama staf pengajar IPDN yang kini berjumlah 256 orang yang terdiri atas 15 guru besar, 34 lektor kepala, 158 lektor dan 49 asisten ahli.


Selain komitmen untuk menegakkan disiplin, perubahan pesat juga tercipta semasa kepemimpinan Hadi Prabowo. Diantaranya peningkatan sarana dan prasarana seperti pengadaan CCTV dan AC di lingkungan kampus, fasilitas pembelajaran yang baik, pembuatan ruang command center, pembangunan perpustakaan yang lebih milenial.


Selain itu, pembangunan laboratorium program studi keuangan publik, renovasi stadion, renovasi ruang makan gedung menza, renovasi gedung balairung, penataan dan pengembangan smart campus IPDN, perubahan statuta dan kelembagaan IPDN, peningkatan standar mutu internal, penataan akuntabilitas sistem seleksi penerimaan calon praja IPDN dan lain sebagainya.*

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

UGM Raih Pendanaan Riset PKM Terbanyak Nasional

Selasa, 2 Juni 2026 | 19:42 WIB
X