Permasalahan sampah anorganik masih menjadi tantangan besar di banyak desa, termasuk Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. Untuk membantu mengatasi persoalan tersebut Tim Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kegiatan edukasi dan demonstrasi teknologi pirolisis yang berlangsung pada Jumat, 15 November 2025 disalah satu rumah masyarakat Desa Taji.
Tim pelaksana PMM UNS diketuai oleh Abib Tri Purnomo bersama Aling Sangwidi, dengan anggota yang terdiri dari Diefa Nasywa Aedelia, Elsa Rahmawati, Azizah Nadia Rahmawati, Febriyanti Zulfa Maghfira, Justine Diaz Damara, Garuda Ardhana, Cahya Anugrah Setya Irawan, Adit Tria Baharudin, Muhammad Ardenta Putra Sani, Ahmad Santoso, Fahryzal Bintang Nugraha, Wahyu Adinugroho, Dony Setiawan Nur Salim, Dewi Sulistianingrum, Arya Saputra, Dimas Danu Utama, Hanifa Elma Nabila dan Nasywa Ardelia Zerlina. Kegiatan ini juga mendapat arahan langsung dari dosen pembimbing lapangan, yaitu Dr. Danar Susilo Wijayanto, S.T., M.Eng., Prof. Dr. Indah Widiastuti, S.T., M.Eng., dan Ir. Aktavia Herawati, S.P., M.Sc.
Kegiatan ini diawali dengan penyuluhan mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang tepat. Tim PMM UNS menjelaskan perbedaan sampah organik dan anorganik, dampak penumpukan plastik terhadap lingkungan, serta strategi pemilahan sampah dari sumbernya. Peserta yang terdiri dari warga Desa Taji terlihat antusias mengikuti materi, terutama saat membahas bahaya sampah plastik yang tidak dapat terurai secara alami.
Baca Juga: Bukan Sekadar Murah, Adian Ungkap Alasan Ekologis di Balik Tren Thrifting Anak Muda
Gambar Tim PMM UNS memberikan materi megenai pengelolaan sampah
Puncak kegiatan adalah demonstrasi mesin pirolisis. Mesin pirolisis adalah sebuah alat yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar melalui proses pemanasan tanpa oksigen. Warga diajak melihat langsung cara kerja mesin dengan mesin ini memiliki kapasitas 4 kg menggunakan bahan jenis plastik seperti HDPE, LDPE, PP, PS. mulai dari proses pemanasan dengan suhu 300-450℃ hingga keluarnya produk berupa minyak mentah yang menyerupai Pertalite. Teknologi ini dinilai mampu mengurangi volume sampah plastik secara signifikan sekaligus menghasilkan nilai ekonomi baru bagi masyakat khususnya di Desa Taji, Juwiring, Klaten.
Ketua Tim PMM UNS Abib Tri Purnomo menyampaikan “bahwa teknologi pirolisis dapat menjadi solusi jangka panjang bagi desa dalam mengelola sampah anorganik secara mandiri. Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.” Kepala Desa Taji mengapresiasi kegiatan tersebut dan menyatakan bahwa edukasi dan demonstrasi yang dilakukan sangat bermanfaat bagi warga. Ia berharap pelatihan lanjutan dapat diselenggarakan agar teknologi pirolisis dapat benar-benar diterapkan dalam sistem pengelolaan sampah desa.
Baca Juga: Dukungan Program Ketahanan Pangan, PKK Bengkulu Tengah Panen Raya Jagung
Gambar Tim PMM UNS melakukan foto bersama setelah acara selesai
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Taji semakin teredukasi dan mampu memanfaatkan teknologi sederhana namun efektif dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa UNS dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 11 tentang permukiman yang berkelanjutan dan SDG 12 tentang konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab.(mhs)
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Stop Korupsi dan Kebocoran Kekayaan Negara: RI Harus Untung, Bukan Segelintir Orang
Polisi Selidiki Dugaan Perundungan yang Berujung Kematian Siswa SMPN 19 Tangsel
Kolaborasi UNSRI–UNDIP Resmi Dimulai, Riset Lahan Rawa hingga Teknologi Terapung Dibahas dalam Program WCU
Jatim Borong 21 Medali Olimpiade Penelitian Siswa Nasional
Pesan JK kepada Siswa Lab School Cirendeu, Pentingnya Disiplin, Ilmu, dan Kerja Keras
PNM Buka Peluang Pendidikan Lebih Luas untuk Anak Nasabah di Seluruh Indonesia
TUNE Gelar ToT Perdana tentang Green Jobs, Siapkan Pelatih Unggul Menuju Kampus Ramah Lingkungan
FSRU Lampung Terima Kargo LNG ke-20, Pasokan Energi Bersih untuk Nasional Tetap Terjaga
Mutu Layanan Diperketat, BPJS Kesehatan Evaluasi Ratusan Faskes di Semarang dan Demak
CSR Bandara Ahmad Yani Menyasar BBLR dan Balita Gizi Bermasalah